Israel Serang Jalur Gaza

Seribu Roket Ditembakkan dari Jalur Gaza. Siapa ‘Beking’ Gerakan Jihad Islam?

Kelompok Jihad Islam Palestina menembakkan 1.000 roket dari Jalur Gaza ke wilayah Israel. Sebagian dirontokkan sistem Kubah Besi (Iron Dome) Israel.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Russian Today / AFP
Serangan udara Israel dilancarkan ke 15 titik strategis milik Hamas di Jalur Gaza pada pertengahan November 2018. Termasuk di antaranya stasiun televisi dan radio yang dioperasikan Hamas. Serangan serupa dalam skala lebih kecil dilancarkan ke kubu kelompok Jihad Islam Jalur Gaza sejak 5 Agustus. Gencatan senjata saat ini mulai diberlakukan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YERUSALEM – Israel menyatakan sekurangnya 1.000 roket ditembakkan Gerakan Jihad Islam dari Jalur Gaza sejak pecah pertempuran 5 Agustus 2022.

Sebagian besar serangan roket itu bisa dicegat sistem pertahanan Kubah Besi (Iron Dome) yang dikembangkan militer Israel. 

Media The Jerusalem Post merilis laporan yang menyebutkan pemimpin Jihad Islam Palestina Ziad al-Nakhaleh akhir pekan lalu bertemu Kepala Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Hossein Salami.

Foto-foto yang menyertai pertemuan di Teheran itu dirili ketika Israel menyerang Jalur Gaza. Pertemuan itu menurut The Jerusalem Post menjelaskan latar belakang peristiwa di Israel selatan.

Baca juga: Jihad Islam Lanjutkan Perang Jika Israel Langgar Gencatan Senjata Jalur Gaza

Baca juga: Israel Serang Jalur Gaza, Fakta-fata Penting Ini Perlu Anda Ketahui

Baca juga: Korban Tewas Serangan Israel di Jalur Gaza Meningkat Menjadi 32 Orang

Militer Israel menggelar serangan pendahuluan menyusul ancaman Jihad Islam yang akan menggempur sasaran di Israel.

Serangan rudal sejak 5 Agustus 2022 itu menewaskan dua pemimpin Jihad Islam Jalur Gaza, Tayseer al-Jabari di wilayah utara dan Khaled Mansour, kepala komando selatan Jihad Islam.

Serangan juga menewaskan Abdullah Kadoum, satu di antara komandan divisi roket Jihad Islam.  Serangan rudal itu merenggut sekurangnya 30an warga sipil, termasuk anak-anak.

Selain bertemu Hossein Salami, pemimpin Jihad Islam juga menemuia Menlu Iran Hossein Amirabollahian, serta Presiden Iran Ebrahim Raisi.

Saat Operasi Breaking Dawn berlangsung, foto Ziad al-Nakhaleh Bersama Hossein Salami dipublikasikan.

Gerakan Jihad Islam didirikan Fathi Shikaki, seorang mahasiswa asal Mesir di Palestina pada 1981. Ia terinspirasi Ayatollah Ruhollah Khomeini dan Revolusi Iran 1979.

The Jerusalem Post menulis, Jihad Islam kemudian berkembang jadi semacam tangan Panjang Iran yang dimiliki dan dioperasikan sepenuhnya di Palestina.

Meski demikian, Iran dan Jihad Islam sempat berselisih pada 2015-2016 menyusul kampanye militer Saudi melawan Houthi di Yaman.

Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel (kiri) menangkal roket (kanan) yang ditembakkan oleh Hamas menuju Israel selatan dari Beit Lahia di Jalur Gaza 14 Mei 2021. Israel membombardir Gaza dengan artileri dan serangan udara pada hari Jumat, 14 Mei, sebagai tanggapan atas rentetan tembakan roket baru dari daerah kantong yang dikelola Hamas, tetapi menghentikan serangan darat dalam konflik yang kini telah merenggut lebih dari 100 nyawa warga Palestina.
Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel (kiri) menangkal roket (kanan) yang ditembakkan oleh Hamas menuju Israel selatan dari Beit Lahia di Jalur Gaza 14 Mei 2021. Israel membombardir Gaza dengan artileri dan serangan udara pada hari Jumat, 14 Mei, sebagai tanggapan atas rentetan tembakan roket baru dari daerah kantong yang dikelola Hamas, tetapi menghentikan serangan darat dalam konflik yang kini telah merenggut lebih dari 100 nyawa warga Palestina. (ANAS BABA / AFP)

Iran di Belakang Hamas dan Jihad Islam

Jihad Islam di Jalur Gaza, pada masa sekarang bagi Iran, mirip seperti Hizbullah Lebanon, dan Houthi di Yaman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved