Berita Bisnis Terkini

Bukukan Kenaikan 21 Persen Penjualan Bersih Semester I, Antimo Dongkrak Kinerja Positif Phapros

Phapros Tbk berhasil membukukan pertumbuhan penjualan bersih semester I tahun 2022 sebesar 21 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2021.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Bukukan Kenaikan 21 Persen Penjualan Bersih Semester I, Antimo Dongkrak Kinerja Positif Phapros 

Tribunjogja.com – Perusahaan BUMN PT Phapros Tbk berhasil membukukan pertumbuhan penjualan bersih semester I tahun 2022 sebesar 21 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2021.

Kinerja positif tersebut didorong oleh penjualan produk Antimo yang mulai kembali meningkat karena mulai bergairahnya kembali sektor pariwisata di Indonesia.

Selain itu, manajemen perusahaan mulai fokus untuk memasarkan produk inovasi hasil kolaborasi dengan lembaga lain secara lebih agresif, baik dengan mengedukasi pasar maupun kampanye yang cukup massif.

Baca juga: Terapkan Green Energy, Phapros Berhasil Lakukan Efisiensi Sebesar 12,9 Persen Per Tahun

Menurut Direktur Utama Phapros Hadi Kardoko, paska pandemik, industri farmasi mulai kembali menggeliat.

Satu di antaranya adalah produk yang selalu menjadi andalan para pemudik dan wisatawan seperti Antimo, yang saat ini sudah memasuki usia ke-50 tahun, mulai kembali bertumbuh penjualannya.

Selain karena faktor kesadaran merek yang cukup tinggi dari konsumen, Antimo juga merupakan market leader untuk kategori obat anti mabuk.
 
“Mobilisasi masyarakat seperti pada momen mudik lebaran menjadi sentimen positif terhadap kinerja Antimo, yang berdampak langsung terhadap performa keuangan perusahaan.  Selain itu juga, laba semester pertama ini juga didapat dari produk-produk yang menjadi unggulan Phapros lainnya, seperti Becefort, Livron serta produk-produk di sektor etikal (obat resep)," tuturnya saat dihubungi di Jakarta (29/7/2022).

Baca juga: Kolaborasi Phapros-UGM untuk Hilirisasi Riset Hasilkan Inovasi Pencegahan Kanker Nasofaring

Selain penjualan, kinerja positif Phapros pada enam bulan pertama tahun 2021 ini adalah menurunnya rasio kewajiban jangka panjang perusahaan sebesar 6 persen dibandingkan tahun lalu.

Selain itu dari sisi laba periode berjalan, Phapros juga membukukan kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun 2021, dan juga kenaikan laba per saham sebesar 8 persen.
 
“Kami sangat bergembira dengan kinerja positif ini karena bisa memberikan hasil terbaik untuk para investor dan induk perusahaan Phapros. Kami berharap di semester II nanti, kita bisa membukukan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi serta kinerja yang optimal dibandingkan tahun 2021. Melalui beberapa upaya inovasi produk baru dan efisiensi, termasuk menjadikan commercial excellence, operational excellence, financial excellence dan digitalisasi sebagai bagian dari strategi utama korporasi di sepanjang 2022 ini,” tutupnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved