Berita Jogja Hari Ini

Soal Dugaan Pemaksaan Berjilbab di SMAN 1 Banguntapan, Sekda DIY: Harus Jadi Pembelajaran

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyebut polemik dugaan kasus pemaksaan berjilbab di SMAN 1 Banguntapan Bantul dapat menjadi pembelajaran tersendiri

TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyebut polemik dugaan kasus pemaksaan berjilbab di SMAN 1 Banguntapan Bantul dapat menjadi pembelajaran tersendiri bagi pemerintah setempat, sekolah, maupun wali murid.

"Ini harus jadi pembelajaran. Sebenarnya ini kan sudah diatur, jadi bagaimana kita memberikan pemahaman terhadap semua pihak untuk selalu melaksanakan aturan yang sudah ada termasuk di dalamnya pakaian soal seragam," terang Aji, Jumat (5/8/2022).

Agar kejadian serupa tak terulang, Aji meminta semua unsur pendidikan turut melakukan pengawasan.

Baca juga: Update Covid-19 DI Yogyakarta 5 Agustus 2022: Tambah 50 Kasus Baru, 196 Pasien Sembuh

Mulai dari kepala sekolah dan wakilnya, komite sekolah, hingga dewan pendidikan di tiap kabupaten/kota.

"Kita bisa saling mengingatkan di antara stakeholder di sekolah. Bahkan orang tua bisa mengingatkan ke sekolah dan sebaliknya. Kalau berjalan efektif tidak akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," terang pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Disdikpora DIY ini.

Lebih lanjut, Aji memastikan bahwa Pemda DIY masih mengusut dugaan kasus pemaksaan berjilbab meski Kemendikbud sudah menemukan adanya unsur pemaksaan.

Sebab, Pemda DIY juga akan memberikan sanksi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki jika ada pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Karena yang punya kewenangan sebagai pembina kepegawaian ya tentu kepala dinas lalu di atasnya lagi ada gubernur. Kalau dari Kemendikbud menjatuhkan sanksi fungsional," paparnya.

Aji menjelaskan, ASN yang tidak menaati atau melanggar kewajiban dan larangan akan dikenakan hukuman disiplin.

Tingkat hukuman disiplin bagi ASN terbagi ke dalam tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat.

Baca juga: Pengakuan Terduga Pelaku Penghilang Nyawa Pelajar SMPN 2 Grabag Magelang kepada Polisi

Hukuman disiplin ringan dapat berupa teguran lisan, teguran tertulis, atau pernyataan tidak puas secara tertulis.

Sementara hukuman disiplin berat berupa penurunan jabatan hingga pemberhentian tidak hormat.

Meski begitu Aji enggan berandai-andai terkait sanksi yang akan diberikan kepada oknum guru yang melakukan pemaksaan berjilbab .

Sebab pihaknya masih menunggu hasil investigasi.

"Saya kira tidak usah berandai-andai kita tunggu saja hasilnya pengusutannya," bebernya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved