Berita Jogja Hari Ini

ORI DIY: Dugaan Pemaksaan Berjilbab di SMAN 1 Banguntapan Diduga Demi Akreditasi, Ini Detailnya

Kasus dugaan pemaksaan berjilbab siswi SMAN 1 Banguntapan Bantul diduga didasari oleh adanya akreditasi.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Kepala Ombudsman RI perwakilan DIY Budhi Masturi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus dugaan pemaksaan berjilbab siswi SMAN 1 Banguntapan Bantul diduga didasari oleh adanya akreditasi.

Diketahui, setiap sekolah wajib mengikuti proses akreditasi dengan memenuhi Instrumen akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) tahun 2020 terbitan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BANSM).

Kepala Ombudsman RI (ORI) DIY, Budhi Masthuri menjelaskan, dalam IASP 2020 itu, ada salah satu indikator yang menilai perilaku religius para murid di sekolah.

Baca juga: Soal Dugaan Pemaksaan Berjilbab di SMAN 1 Banguntapan, Sekda DIY: Harus Jadi Pembelajaran

Semakin tinggi poin religiusitas siswa dan siswi di sekolah, maka semakin tinggi pula nilai akreditasi nya.

“Dari akreditasi itu, ada salah satu indikator religiusitas yang memperlihatkan perilaku religius murid di sekolah. Nilai tertingginya itu 4. Artinya, murid berperilaku religius yang membudaya sesuai ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” tutur Budhi kepada wartawan di Kantor ORI DIY di Jalan Affandi, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (5/8/2022).

Budhi menduga, akreditasi ini memicu adanya penggunaan atribut keagamaan oleh murid di SMAN 1 Banguntapan, Bantul.

Ia melanjutkan, untuk nilai 3, bisa diartikan bahwa murid tidak melakukan kebiasaan religius secara konsisten saat di sekolah.

“Mungkin kalau yang berpoin 4 itu, pakai atribut keagaaman terus, kalau yang berpoin 3 itu, pemakaian atribut hanya di sekolah, terus di rumah dilepas,” beber Budhi.

Semakin kecil nilainya, bisa ditafsirkan, murid itu tidak tampak religius.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved