Covid-19 Akan seperti Apa di Waktu Mendatang? Ini Penjelasan Ahli

Menurut Dr Riris, dinamika penyakit Covid-19 terus berubah. Situasinya berbeda sewaktu awal pandemi Covid-19.

Editor: Joko Widiyarso
istimewa
Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, dr Riris Andono Ahmad, dalam Webinar Peringatan 100 Tahun Pemantauan Gunung Api di Indonesia dengan tema “Erupsi Besar Merapi Tahun 2010: Sebuah Refleksi di Masa Pandemi”, Jumat (11/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Virus Covid-19 seiring berjalannya waktu diprediksi tingkat keparahannya akan terus berkurang, lalu lama-kelamaan akan berubah seperti flu biasa.

"Semakin ke depan, kita akan mendapatkan virus mudah menular, mampu menembus imunitas yang ada. Tapi keparahan berkurang. Sehingga ini nanti akan semakin seperti flu biasa lainnya," ujar Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Riris Andono Ahmad MD, MPH, Ph,D. dalam Talkshow BNPB Indonesia secara virtual, Kamis (4/8).

Menurut Dr Riris, dinamika penyakit Covid-19 terus berubah. Situasinya berbeda sewaktu awal pandemi Covid-19.

Ketika awal kemunculan virus SARS-CoV-2, situasi menjadi sangat berbahaya bagi manusia. Karena saat itu masyarakat sama sekali belum memiliki imunitas.

Seiring berjalannya waktu, muncul vaksin untuk Covid-19. Kemunculan vaksin ini membuat virus memiliki hambatan menginfeksi, kemudian mendorong mereka unntuk bermutasi.

Direktur Pusat Kedokteran Tropis FKKMK UGM, dr Riris Andono Ahmad MD MPH PhD
Direktur Pusat Kedokteran Tropis FKKMK UGM, dr Riris Andono Ahmad MD MPH PhD (Istimewa)

"Saat bermutasi, virus bisa lebih cepat menular, sebagian mampu menembus kekebalan yang ada. Tapi seleksi keparahan juga menurun. Karena virus dengan keparahan jauh lebih tinggi, akan terseleksi dan mati bersama orang yang meninggal," papar dr Riris.

Namun, ia mengingatkan untuk waspada karena kemunculan varian baru bisa terus terjadi, khususnya pada wilayah dengan cakupan vaksinasi yang rendah dan angka transmisi tinggi.

Menurut dr Riris, untuk menghadapi situasi ini kuncinya hanya satu, yaitu mengejar cakupan vaksinasi.

Kasus kematian meningkat

Sementara itu Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia meningkat signifikan pada minggu terakhir.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved