Berita Bantul Hari Ini

BUMN Dukung 20 Acara Kesenian Tradisional di Yogyakarta

Pada awal Februari 2022 lalu, Butet Kartaredjasa bersama seniman budayawan menghadap Presiden Joko Widodo dan berkeluh kesah tentang kondisi seni trad

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Konferensi pers yang dihadiri Butet Kartaredjasa, seniman, PLN dan BRI, Jumat (5/8/2022) terkait program 20 acara kesenian tradisional di Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pada awal Februari 2022 lalu, Butet Kartaredjasa bersama seniman budayawan menghadap Presiden Joko Widodo dan berkeluh kesah tentang kondisi seni tradisi yang terpuruk karena Covid-19.

Dari sanalah, timbul komitmen dari Presiden bahwa seni pertunjukan harus bangkit kembali.

Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui terobosan program 20 acara kesenian tradisional di Yogyakarta dan sekitarnya dengan dukungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Pada waktu itu, saya menyampaikan keprihatinan tentang situasi terakhir yang disebabkan pandemi yang berdampak langsung pada kesenian tradisional. Saat itu kita tahu betapa susahnya para pekerja kesenian mengekspresikan diri karena larangan yang begitu ketat," ujar Butet Kartaredjasa, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Bupati Sleman Minta Kelompok Jaga Warga Ikut Menjaga Kerukunan 

Di hadapan presiden Butet menyatakan bahwa praktisi seni tradisional harus mendapat perhatian khusus dan dia ingin negara hadir dalam kebangkitan berkarya para seniman ini.

"Problem laten kesenian itu dana, keinginan berekspresi ada, tapi dana tidak ada. Jadi saya minta tolong (presiden) perintahkan menteri BUMN untuk memberikan support dukungan agar mereka bisa berkesenian lagi, dapat income lagi. Karena bukan hanya kesenian itu sendiri, tapi efek domino dari kesenian sangat besar," ungkapnya.

Merespon pertemuan dengan Presiden, Rosan Production yang dipimpin oleh Butet Kartaredjasa menginisiasi 20 kelompok pelaku pertunjukan tradisional untuk mementaskan karyanya baik itu di dalam gedung pertunjukan maupun di kampung-kampung.

Pertunjukan tradisional ini terdiri dari pementasan Wayang Kulit, Pementasan Kethoprak, Musik dan Teater Rakyat.
 
Dari 20 pementasan ini dirinya berharap ada efek domino dari UMKM yang akan bangkit, pertunjukan yang dilaksanakan di kampung dapat mengundang atau menciptakan pasar dadakan yang dapat menggerakkan ekonomi mikro.

Atau minimal memberikan hiburan bagi para penikmat seni tradisi.

Selain itu Rosan Production dan BUMN yang mensponsori kegiatan ini juga mempersilahkan 20 pertunjukan ini ditiketkan dan dicarikan sponsor lain.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved