Berita Bantul Hari Ini

Pemkab Bantul Maksimalkan Pemanfaatan Produk Lokal dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Langkah ini merupakan fokus pemerintah dalam program penyerapan produk dalam negeri atau produk yang punya konten lokal tinggi.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM/EDI UTAMA
Bupati Abdul Halim Muslih 

TRIBUNJOGJA.COM - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memanfaatkan produk lokal dalam belanja barang dan jasa.

Langkah ini merupakan fokus pemerintah dalam program penyerapan produk dalam negeri atau produk yang punya konten lokal tinggi.

Saat Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan II, Kamis (4/8/2022), Bupati Bantul menyatakan bahwa OPD harus lebih banyak memanfaatkan produk lokal dalam pengadaan barang dan jasa, termasuk barang elektronik hingga belanja makan dan minum.

"Pemanfaatan produk lokal ini merupakan bagian dari pemulihan ekonomi dan pengentasan kemiskinan yang masih cukup tinggi di Bantul ," ujarnya.

Baca juga: Inovasi Bantul Seroja Masuk Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

Adapun penduduk miskin di Bantul untuk 2021 sebanyak 146,098 jiwa atau sekitar 14,04 persen dari total jumlah penduduk.

Sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan di Bantul, Bupati menyatakan bahwa sektor rumpun ekonomi harus membuat terobosan-terobosan, misalnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP), Dinas Pariwisata  (Dispar), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Disnakertrans).

"Dinas rumpun ekonomi berorientasi pada kesejahteraan melalui sektor ekonomi unggulan, misalnya pertanian harus ada pengembangan mekanisasi alat pertanian untuk menekan biaya produksi pertanian. Penggunaan diesel diganti listrik bisa menurunkan biaya 70 persen," urainya.
 
Dalam kesempatan itu Bupati berharap semua pihak dapat meningkatkan kolaborasi dan sinergi bersama seluruh OPD yang ada di Bantul.

"Permasalahan yang ada di Bantul ini tidak dapat terselesaikan oleh satu OPD, namun butuh sinergi semua perangkat daerah untuk meningkatkan derajat ekonomi, kehidupan, kesehatan dan derajat pendidikan masyarakat dengan memaksimalkan sumber daya dan APBD yang ada," terangnya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul , Fenty Yusdayati menambahkan pengadaan barang dan jasa sebagian besar sudah memanfaatkan produk lokal .  

"Untuk makanan dan minuman, hampir semua sudah memanfaatkan produk lokal ," jelasnya.

Baca juga: Bupati Halim Sebut Masyarakat Bantul Cukup Bayar Retribusi Secara Online

Lebih lanjut Fenty mengatakan dari hasil evaluasi rencana pembangunan pada triwulan II di Bantul masih terjadi deviasi keuangan 16,29 persen.

Secara umum capaian fisik di Bantul sudah 57,75 persen dan realisasi keuangan 44,41 persen.

"Total anggaran pengadaan barang dan jasa Rp 175,7 miliar yang terbagi dalam 189 paket, namun yang terealisasi baru 22 paket senilai Rp 27,2 miliar," urainya.

Ia juga menerangkan, OPD dengan capaian pembangunan dan realisasi anggaran cukup baik diraih oleh Disnakertrans dengan nilai 94, kedua Dinas Kelautan dan Perikanan dengan nilai 92, dan ketiga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan dengan nilai 90.

Sementara tiga kapanewon terbaik adalah Kapanewon Kretek, Sanden dan Pundong.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved