Breaking News:

Berita Gunungkidul Hari Ini

Kaum Ibu Giricahyo Purwosari Gunungkidul Dilatih Olah Singkong Sebagai Bahan Pokok Alternatif

DPP Gunungkidul memberi pelatihan pada para ibu dari Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Pelatihan pembuatan Singkong Susu untuk para ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Kalurahan Giricahyo, Purwosari, Gunungkidul, Rabu (03/08/2022) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul memberi pelatihan pada para ibu dari Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul pada Rabu (03/08/2022) lalu.

Pelatihan tersebut turut bekerjasama dengan Edge Resort Yogyakarta.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, DPP Gunungkidul , Adinoto mengatakan pelatihan yang diberikan terkait pengolahan makanan berbahan singkong.

"Salah satunya mengolah singkong untuk menjadi Singkong Susu," jelasnya memberikan keterangan pada Kamis (04/08/2022).

Baca juga: Ini Dia Berbagai Olahan Makanan Seafood dan Singkong di Menoreh Food Festival

Menurut Adinoto, singkong bisa menjadi bahan pokok alternatif.

Apalagi Gunungkidul menjadi produsen singkong terbesar di DIY, di mana bahan ini dinilai mampu memberi kontribusi pada ketahanan pangan untuk masyarakat.

Warga Gunungkidul umumnya mengolah singkong menjadi tiwul hingga gaplek.

Pada perkembangannya, pengolahannya menjadi kian maju dengan menjadikan singkong sebagai tepung mocaf untuk alternatif terigu.

"Lewat pengolahan tersebut, nilai singkong sebagai bahan pangan kian bertambah," kata Adinoto.

Setidaknya 30 ibu dari 7 pedukuhan di Giricahyo, Purwosari mengikuti pelatihan ini.

Mereka juga merupakan anggota dari Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.

Selain bekerjasama dengan Edge Resort Yogyakarta, pelatihan juga melibatkan guru dan pelajar dari SMK Negeri Purwosari.

Baca juga: Camilan Mewah, Renyah, dan Empuk ! Berikut 5 Rekomendasi Singkong Keju di Jogja

Mereka membantu proses penyampaian materi terkait pembuatan Singkong Susu ini.

"Selain materi, peserta juga bisa melihat langsung proses pembuatannya," ujar Adinoto.

Direktur Yayasan Griya Jati Rasa, Farsijana Adeney-Risakotta yang juga pemilik Edge Resort Yogyakarta mengatakan makanan berbahan singkong jadi salah satu menu populer di tempatnya.

Itu sebabnya pihaknya memberi dukungan penuh terhadap pelatihan ini.

Menu olahan populer tersebut adalah Singkong Keju, yang nantinya akan dikembangkan lagi menjadi Singkong Susu.

Ia juga menyatakan pengembangan olahan singkong juga harus mempertimbangkan sisi keberlanjutan lingkungan.

"Seperti penggunaan pupuk organik hingga memastikan tanahnya tetap subur agar singkong yang dihasilkan bisa bermutu," jelas Farsijana.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved