Suporter PSS Sleman Meninggal

Pernyataan Ketua Umum PSSI atas Meninggalnya Suporter PSS Sleman Tri Fajar Fimansyah

PSSI pun ikut menyoroti kejadian ini. PSSI juga mengungkapkan rasa bela sungkawanya atas meninggalnya suporter PSS Sleman, Tri Fajar Firmansyah. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/ Almurfi Syofyan
Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat meninjau Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (8/2/2020). Foto ilustrasi- Ketua umum PSSI menyatakan bela sungkawa atas meninggalnya suporter PSS Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyampaikan dukacita atas meninggalnya Tri Fajar Fimansyah. Mochamad Iriawan berharap kasus ini menjadi yang terakhir di sepak bola Indonesia.

Kematian Tri Fajar Firmansyah merupakan imbas dari kericuhan antarsuporter yang terjadi menjelang laga Liga 1 antara Persis Solo dan Dewa United di Yogyakarta, Senin (25/7/2022).

Tri Fajar Firmansyah dinyatakan meninggal dunia di RS Hardjolukito, Yogyakarta, pada Selasa (2/8/2022).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melayat di rumah duka Tri Fajar Firmansyah di Depok, Sleman.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melayat di rumah duka Tri Fajar Firmansyah di Depok, Sleman. (istimewa)

PSSI pun ikut menyoroti kejadian ini. PSSI juga mengungkapkan rasa bela sungkawanya atas meninggalnya suporter PSS Sleman, Tri Fajar Firmansyah

"Kami dari federasi, PSSI, turut berdukacita atas meninggalnya salah satu suporter PSS Sleman. Kami bersedih dan tidak ingin peristiwa ini terjadi," kata Mochamad Iriawan.

"Tentu pihak keamanan harus melakukan penyelidikan terhadap kematian ini, siapa yang menganiaya, dan sebagainya. Kepada suporter yang saya hormati dan banggakan, mudah-mudahan ini yang terakhir," tuturnya.

"Tidak boleh terjadi bentrokan yang akibatnya bisa menewaskan. Kemarin, dari Persis Solo juga sudah diimbau oleh Pak Wali Kota dan pihak keamanaan, kalau menonton di Magelang, datang lewat Boyolali saja," ucap Iriawan.

"Saya pikir kalau sudah kepala daerah dan pihak keamanan yang bicara ya harus didengarkan oleh suporter. Saya mohon para suporter menahan diri semuanya," ujar Mochamad Iriawan.

Koordinasi divisi suporter PSSI

Pria yang disapa Iwan Bule itu juga meminta Budiman Dalimunthe selaku ketua divisi suporter PSSI terus berkoordinasi dengan klub-klub. Dia juga menyerahkan semua proses hukum ke pihak berwenang.

"Saya minta divisi suporter dan para penggemar klub untuk terus berkomunikasi. Sekali lagi, saya berharap ini peristiwa terakhir terjadi bentrokan," ujarnya.

"Untuk proses hukum kami serahkan ke pihak kepolisian karena PSS Sleman juga menyampaikan ingin ditegakkan keadilan dalam hal ini penyelidikan dilakukan," tutur Iriawan.

Sementara itu, Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan bahwa telah menetapkan dua orang sebagai tersangka terhadap kasus penganiayaan kepada juru parkir.

“Kasus penganiayaan tukang parkir, penyidik telah menetapkan dan menahan dua orang tersangka," kata Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto.

(*/ Tribun Jogja /kompas.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved