Berita Pendidikan Hari Ini

Ini Sanksi UGM kepada Prof Karna Wijaya yang Pernah Unggah Ujaran Kebencian ke Ade Armando

Sanksi tersebut merupakan kelanjutan dari kasus status ejekan Prof Karna di Facebook yang memperlihatkan foto coretan pada wajah Ade Armando .

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
net
Kampus UGM 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Prof Karna Wijaya, dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyampaikan ujaran kebencian kepada Ade Armando lewat Facebook mendapatkan sejumlah sanksi etik dari kampus.

Sanksi tersebut merupakan kelanjutan dari kasus status ejekan Prof Karna di Facebook yang memperlihatkan foto coretan pada wajah Ade Armando .

Saat itu, Ade memang mengalami insiden pengeroyokan oleh massa yang sedang berdemo di Gedung DPR/MPR.

Sanksi itu diberikan melalui Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 1843/UN 1.P/KPT/DSDM/2022 yang ditandatangani oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., tertanggal 19 Juli 2022.

Baca juga: UGM Panggil Prof Karna Wijaya yang Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian Pada Ade Armando, Ini Hasilnya

“Sanksi etik dalam Keputusan Rektor ini telah mempertimbangkan rekomendasi dari Dewan Kehormatan Universitas melalui Keputusan Dewan Kehormatan Universitas Gadjah Mada Nomor 1 Tahun 2022 pada tanggal 17 Juni 2022,” kata Ova, Rabu (3/8/2022).

Sanksi etik yang dijatuhkan kepada Prof Karna Wijaya, yaitu kewajiban menyampaikan permintaan maaf secara tertulis melalui media massa arus utama nasional paling lambat 14 hari sejak Keputusan Rektor di atas berlaku.

Ia juga diminta untuk tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama.

Selain itu, selama dua semester, Prof Karna tidak berhak mendapatkan hibah penelitian yang diberikan UGM  dan/atau Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) UGM.

“Yang bersangkutan juga akan mengikuti program pembinaan pegawai yang dilaksanakan oleh FMIPA UGM,” tambah Ova.

Baca juga: Sri Sultan HB X Sambut Mahasiswa Baru UGM: Sugeng Rawuh di Yogyakarta

Ia mengungkap, jika nantinya Prof Karna terbukti tidak melaksanakan sanksi etik sebagaimana tersebut maka akan dijatuhi sanksi yang lebih berat.

Dewan Kehormatan UGM juga merekomendasikan Prof Karna Wijaya untuk dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang.

Dengan begitu, Rektor UGM memutuskan agar pemeriksaan disiplin yang bersangkutan ditangani oleh Tim Pemeriksa sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 

Proses pengusulan dan pendampingan pemeriksaan disiplin tersebut akan difasilitasi oleh UGM dalam hal ini Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM). ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved