BBPOM DIY Gelar Penertiban Kosmetik Ilegal dan Berbahaya

BBPOM DIY melaksanakan aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya yang diamankan oleh BBPOM DIY dalam razia yang digelar pada Juli 2022 ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY melaksanakan aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya.

Kegiatan penertiban ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya ini merupakan upaya untuk menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal.

Serta melindungi kesehatan masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan kosmetika ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya.

Kepala BBPOM DIY Dra. Trikoranti Mustikawati, Apt mengungkapkan target aksi adalah kosmetika tanpa izin edar (TIE) dan kosmetik mengandung bahan berbahaya dengan sasaran berupa sarana yang mengedarkan kosmetik, sarana yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai tempat peredaran kosmetik serta sarana distribusi yang berdasarkan analisis risiko berpotensi mengedarkan kosmetik ilegal dan/atau mengandung bahan berbahaya.

" Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022 dengan melibatkan lintas sektor setempat yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian/Perdagangan Kabupaten-Kota se DIY,"katanya dalam rilis yang diterima oleh Tribunjogja.com, Rabu (3/8/2022).

Aksi penertiban pasar ini melengkapi pengawasan rutin yang dilakukan sepanjang tahun oleh BBPOM di Yogyakarta, disamping kegiatan operasi / pengawasan dengan target khusus lainnya.

Hasil penertiban adalah sebagai berikut :

Hasil razia kosmetik ilegal dan berbahaya yang dilaksanakan oleh BBPOM DIY
Hasil razia kosmetik ilegal dan berbahaya yang dilaksanakan oleh BBPOM DIY (Istimewa)


Trikoranti Mustikawati mengungkapkan, dari kegiatan yang dilaksanakan tersebut, tim gabungan berhasil menemukan kosmetik lokal tanpa ijin edar baik berupa parfum, tata rias maupun perawatan.

Temuan lainnya adalah kosmetik mengandung bahan berbahaya berupa krim untuk perawatan yang seharusnya sudah ditarik dari peredaran namun masih dijumpai di sarana distribusi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved