Berita Klaten Hari Ini

Grha Buntalan Klaten Berganti Nama Jadi Grha Bung Karno, Ini Penjelasan Bupati Sri Mulyani

Awalnya, gedung pertemuan ini sering disebut dengan nama Grha Megawati, namun kini diusulkan berganti nama menjadi Grha Bung Karno.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan gedung pertemuan di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah beberapa waktu lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Gedung pertemuan yang terletak di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten kembali berganti nama.

Awalnya, gedung pertemuan ini sering disebut dengan nama Grha Megawati, namun kini diusulkan berganti nama menjadi Grha Bung Karno.

Bupati Klaten , Sri Mulyani mengatakan gedung pertemuan yang dibangun di Kelurahan Buntalan itu merupakan gedung pertemuan yang sangat besar di Kabupaten Klaten .

"Gedung itu di Kabupaten Klaten merupakan gedung yang cukup besar ya, cukup megah dan mewah dengan luas yang sangat luas sekali," ujarnya pada wartawan di Pendopo Pemkab Klaten , Senin (1/8/2022).

Baca juga: Kabupaten Klaten Kantongi 18 Hak Kekayaan Intelektual, Bupati Sri Mulyani: Legal Secara Hukum

Menurutnya, mengingat besar dan megahnya gedung pertemuan itu, maka nama yang akan digunakan untuk gedung tersebut adalah nama tokoh yang besar pula.

"Memang rencana (nama gedung), saya ambil tokoh yang besar yang hebat juga sesuai dengan nama gedungnya," ucapnya.

"Nama yang saat ini atau latah itu disebut Grha Megawati, tapi biar ini menjadi kawasan yang menyatu antara Jalan Ir Soekarno, terminal Ir Soekarno dan saya namai Grha Bung Karno," paparnya.

Ia mengatakan, nama gedung pertemuan yang sebelumnya sering disebut dengan nama Grha Megawati bukanlah nama yang resmi namun baru sebatas usulan.

Baca juga: Resmi Dikukuhkan Wakil Bupati Klaten, Pengurus FKG Eklesia Diharapkan Terus Jaga Kondusivitas

"Kalau nama yang lama belum resmi karena sering disebut saja. Nama Bung Karno ini karena mengingat Ir Soekarno merupakan sosok yang luar biasa dan berjasa untuk Indonesia. Apalagi di Klaten juga sudah ada bangunan monumental dan jalan monumental, saya ingin Grha ini juga jadi bangunan yang monumental," ucapnya.

Ia mengatakan pembangunan gedung pertemuan itu pada tahun 2022 ini rampung dilaksanakan.

Nantinya, gedung yang berada di jalur lingkar selatan Kabupaten Klaten itu juga akan dibangun taman kuliner untuk para pedagang.

"Di situ nanti ada taman kuliner, kita bangunkan karena itu juga bisa jadi rest area karena juga sudah ada masjidnya," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved