Berita Klaten Hari Ini

1 Hektare Tanah Kas Desa di Menden Klaten Terdampak Proyek Tol Yogyakarta-Solo, Diganti Rp 8 Miliar

Kepala Desa Menden, Sriyanto mengatakan jika di desa yang masuk dalam Kecamatan Kebonarum itu terdapat sekitar 1 hektare tanah kas desa yang kena

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Sejumlah warga Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah saat mengikuti pembayaran UGR tanah terdampak tol di aula desa setempat, Kamis (28/7/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pembangunan proyek jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tak hanya menggusur lahan persawahan, permukiman, dan rumah ibadah.

Namun, tanah kas desa (TKD) juga tak luput oleh terjangan proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Kepala Desa Menden, Sriyanto mengatakan jika di desa yang masuk dalam Kecamatan Kebonarum itu terdapat sekitar 1 hektare tanah kas desa yang kena terjang tol.

Baca juga: Polisi Amankan Pria di Sleman yang Todongkan Senjata Airgun Saat Cekcok di Warung Kopi

"Di sini tanah kas desa yang kenal tol terdiri dari beberapa bidang, kalau ditotal luasannya hampir 10 ribu meter persegi atau 1 hektare," ujarnya pada TribunJogja.com, Minggu (31/7/2022).

Ia menjelaskan, tanah kas desa seluas sekitar 1 hektare itu mendapat ganti rugi sekitar Rp 8 miliar.

"Itu uang ganti ruginya sekitar Rp 8 Miliar, kita sudah proses pelepasan hak, ini sedang mencari tanah pengganti, yang nantinya niatnya untuk meningkatkan PAD desa," ulasnya.

Menurut dia, saat ini pihaknya sudah dapat 5 patok tanah yang sedianya bakal digunakan sebagai tanah pengganti tanah kas desa.

namun, luasan tanah pengganti itu lebih luas dari tanah kas desa yang kena terjang tol.

"Kita sudah dapat 5 patok tanah calon pengganti TKD, itu luasnya sekitar 22 ribu meter persegi. Alhamdulillah tanahnya jadi lebih luas," ucapnya.

Ia mengatakan jika pihaknya sudah melakukan proses pelepasan hak tanah kas desa itu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengadaan Tanah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono mengatakan jika pihaknya sudah mengajukan pelepasan hak TKD ke bupati Klaten.

Baca juga: Seluruh Jemaah Haji Asal Gunungkidul Telah Kembali dari Tanah Suci 

"Saat ini yang sudah masuk ke ibu bupati, kurang lebih 12 desa yang sudah mengajukan rekomendasi untuk persetujuan pelepasan hak tanah kas desa," ucapnya.

Menurutnya, penggantian tanah kas desa akan diganti dengan uang bukan dengan lahan.

"Ini bukan tukar lahan, tapi pembelian baru sehingga bisa mempercepat pencairan TKD," tandasnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved