Berita Jogja Hari Ini

Sengaja Tabrak Aturan, Pemkot Yogya Sebut Pengelola Skuter Listrik Tidak Ada Itikad Baik

Pemkot Yogyakarta menyebut pengelola persewaan skuter listrik di sepanjang sumbu filosofi tidak menunjukkan itikad baik.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Spanduk larangan skuter listrik di kawasan Malioboro, Kamis (14/7/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta menyebut pengelola persewaan skuter listrik di sepanjang sumbu filosofi tidak menunjukkan itikad baik.

Bukan tanpa sebab, eksekutif menganggap, mereka sengaja menabrak deretan aturan yang sudah jelas penarapannya.

Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Sumadi, menegaskan, Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 45/2020 dan Surat Edaran Gubernur (SE) DIY sejatinya cukup untuk menghentikan aktivitas skuter listrik .

Tapi, yang terjadi, mereka memilih abai dan nekat terus beroperasi.

Baca juga: Paguyuban Skuter Listrik Ngotot Tetap Beroperasi di Sumbu Filosofi, Ini Respon Dishub DIY

Benar saja, berdasarkan pantauan Tribunjogja.com pada Kamis (29/7/22) malam, beberapa penyedia jasa persewaan skuter listrik terlihat masih leluasa beroperasi di Malioboro.

Alhasil, para penyewa yang didominasi kalangan muda pun tetap santai mengendarai otoped di kawasan pedestrian.

"Terus kemarin mereka demonstrasi (di Kepatihan), serta menyatakan akan tetap beroperasi. Nah, itu berarti mereka nggak ada itikad baik," urainya, Jumat (29/7/2022).

"Padahal, di Permenhub sudah jelas, Pak Gubernur juga sudah membuat SE, ditambah nanti kalau Perwalnya sudah jadi, mau bagaimana lagi kita? Saya hanya mengimbau lah, mbok ayo ikuti aturan yang ada," imbuh Sumadi.

Tidak adanya itikad baik dari para penyedia jasa otoped berbasis elektrikal tersebut, melatarbelakangi keengganan Pemkot Yogyakarta , yang dulunya sempat mewacanakan lokasi alternatif di luar sumbu filosofi .

Baca juga: Aliansi Skutik Yogyakarta Memaksa Tetap Beroperasi, Begini Respon Satpol PP DIY

Namun, saat ini, ditegaskan, opsi relokasi hampir pasti tertutup.

"Dalam diskusi awal, memang ada tempat-tempat yang memungkinkan untuk memberi ruang pada skuter listrik. Tetapi, ketika kami melakukan pengawasan, mereka malah kucing-kucingan. Lalu, saya lihat sendiri, mereka banyak yang warga dari luar Kota Yogyakarta," ucapnya.

Kini sembari menunggu Perwal larangan skuter listrik diloloskan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pihaknya pun bakal memperketat pengawasan. 

"Kita bareng-bareng mengawalnya. Kami selalu koordinasi dengan Pemda DIY, kita sepakat untuk melangsungkan pengawasan di sumbu filosofi ," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved