Penyebab Kematian Kopda Muslimin Diduga Akibat Keracunan, Tidak Ada Tanda Kekerasan Fisik

Tim dokter yang melakukan autopsi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik dari tubuh almarhum Kopda Muslimin.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/Tangkap layar YouTube Kompas TV
Kopda Muslimin ditemukan tewas, diduga sebagai dalang di balik penembakan istrinya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Meninggalnya Kopda Muslimin, anggota TNI yang diduga menjadi otak penembakan terhadap istrinya sendiri diduga karena keracunan.

Hal itu berdasarkan hasil dari outopsi yang dilakukan oleh tim dokter di RS Bhayangkara Semarang.

Tim dokter yang melakukan autopsi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik dari tubuh almarhum Kopda Muslimin.

Komandan Pomdam IV Diponegoro, Kolonel CPM Rinoso Budi menjelaskan Kopda Muslimin diduga meninggal karena keracunan.

Sebab, hasil autopsi jenazah Kopda Muslimin tidak ditemukan luka akibat kekerasan fisik baik benda tajam maupun tumpul.

Namun, pihaknya masih membutuhkan pemeriksaan penunjang patologi anatomi.

"Hasil autopsi tidak menemukan luka akibat kekerasan, diduga karena keracunan," ungkapnya di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, Kamis, dilansir Kompas.com.

Ia menambahkan, Kopda Muslimin diperkirakan sudah meninggal 6-12 jam sebelum pemeriksaan.

"Laporan meninggal pukul 07.00 WIB hingga 07.30 WIB," imbuhnya.

Kopda Muslimin Tak Bisa Dimakamkan Secara Militer

Diberitakan tribunJateng.com, Kopda Muslimin tidak mendapatkan hak pemakaman secara militer.

Kapendam IV Diponegoro, Letkol Bambang Hermanto, menyampaikan Kopda Muslimin dicabut haknya untuk dilakukan pemakaman secara militer.

Sebab, Kopda Muslimin telah melakukan pelanggaran karena diduga sebagai dalang kasus penembakan terhadap istrinya.

"Kalau pemakaman militer harus tidak ada pelanggaran."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved