DPRD DIY Dorong Pemanfaatan Dana Keistimewaan untuk Kesejahteraan Rakyat

DPRD dorong pemda DIY maksimalkan danais untuk kesejahteraan masyarakat

Tribunjogja/Neti Istimewa Rukmana
Ketua Komisi D DPRD DIY, Koeswanto (kanan) dan Paniradya Pati, Eko Aris Nugroho (kiri), sedang berbincang-bicang mengenai DPRD Dorong Pemanfaatan Dana Keistimewaan Untuk Kesejahteraan Rakyat DIY, di Studio Tribun Jogja, Rabu (27/7/2022) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Komisi D DPRD DIY Koeswanto mendorong pemerintah daerah (Pemda) DIY untuk memaksimalkan pemanfaatan Dana Keistimewaan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat acara Podcast Ngobrol Parlemen yang dilaksanakan di Studio Tribunjogja.com, Rabu (27/7/2022). Hadir sebagai narasumber acara Podcast ini Paniradya Pati Keistimewaan, Eko Aris Nugroho.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mengungkapkan Pemda DIY memiliki keleluasaan dalam pengelolaan Dana Keistimewaan.

Untuk itu, pemerintah daerah harus bisa memaksimalkan pemanfaatan danais tersebut untuk menjalankan program-program yang sudah disusun sebelumnya.

"Di situ sumbernya Dana Keistimewaan dikhususkan untuk daerah khusus seperti Daerah Istimewa Yogyakarta," terangnya, saat berbincang mengenai DPRD Dorong Pemanfaatan Dana Keistimewaan Untuk Kesejahteraan Rakyat DIY, di Studio Tribun Jogja, Rabu (27/7/2022) sore.

Koeswanto mengungkapkan, penyerapan anggaran danais ini paling banyak dari Dinas Kebudayaan.

Salah satunya untuk pengadaan alat musik gamelan.

"Pengajuan dana juga dari bawah, misal kalurahan tahu persis untuk apa seharusnya Dana Keistimewaan itu," tuturnya.

Baca juga: Paniradya Kaistimewan DIY Tegaskan Revitalisasi Alun-alun Utara Yogyakarta Tak Gunakan Danais

Dengan pengajuan dari bawah, kata Koeswanto, tentunya danais ini benar-benar tepat sasaran sehingga tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Kepada para pengguna anggaran, tentunya menurut Koeswanto, harus benar-benar menjalankannya sesuai dengan aturan.

Sebab, pemanfaatan danais ini diawasi oleh KPK secara langsung.

Kepada para kepala desa, lanjut Koeswanto, diharapkan bisa memanfaatkan danais dengan bijak.

Sementara terkait pemanfaatan danais untuk program lainnya, Koeswanto pun mendorong pemerintah daerah bisa memanfaatkannya untuk operasional sekolah.

Sebab, selama ini masih banyak sekolah-sekolah negeri yang memungut dana dari siswanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved