Upaya Mengurangi RTLH Di Kabupaten Sleman

Sejak Tahun 2010 Pemkab Sleman telah melakukan rehab RTLH kurang lebih 11.066 unit rumah.

Upaya Mengurangi RTLH Di Kabupaten Sleman
ist
Danang Maharsa, S.E Wakil Bupati Sleman

*Oleh: Danang Maharsa, S.E Wakil Bupati Sleman

VISI Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2021-2026 adalah Terwujudnya Sleman Sebagai Rumah Bersama Yang Cerdas, Sejahtera, Berdaya Saing, Menghargai Perbedaan dan Memiliki Jiwa Gotong Royong. Sejahtera dalam visi tersebut dapat diartikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman berusaha mewujudkan terciptanya masyarakat Sleman yang adil makmur ditandai dengan derajat pendidikan dan kesehatan serta kondisi ekonomi masyarakat yang lebih baik. 

Termasuk dengan terpenuhinya kebutuhan primer masyarakat Sleman yaitu sandang, pangan dan papan. Kebutuhan akan rumah tinggal yang layak merupakan salah satu hak dasar rakyat, oleh karena itu setiap warga negara berhak untuk mendapatkan tempat tinggal dan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pemenuhan rumah tinggal yang layak bagi masyarakat diupayakan sebagai upaya untuk mereduksi jumlah Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Sleman.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No.07/PRT/M/2018 tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Rumah Tidak Layak Huni yang selanjutnya disingkat RTLH adalah rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan dan kesehatan penghuni. 

Sejak Tahun 2010 Pemkab Sleman telah melakukan rehab RTLH kurang lebih 11.066 unit rumah. Kegiatan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten maupun menggunakan dana dari BAZNAS Sleman atau bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).

Pemkab Sleman secara konsisten dan bertahap menyalurkan bantuan untuk perbaikan RTLH di wilayah Kabupaten Sleman. Pada tahun 2021 tercatat jumlah RTLH di Kabupaten Sleman sebanyak 10656 unit. Dari jumlah tersebut Pemkab Sleman menyalurkan bantuan rehab RTLH sebanyak 918 unit. Pada tahun 2022 Pemkab Sleman memperoleh DAK bidang perumahan kurang lebih sebesar Rp 7,77 Miliar yang terdiri dari DAK Rp4,44M dan sharing APBD Rp 3,33M.

Sedangkan kegiatan peningkatan kualitas RTLH APBD bidang perumahan sebesar Rp 3,912 Miliar. Pemkab Sleman juga mendapatkan alokasi anggaran rehabilitasi RTLH untuk peningkatan kualitas dan pembangunan baru dari Pemda DIY sebesar Rp 3,51 Miliar. Pada  tahun 2022 ini penanganan RTLH di kabupaten Sleman untuk peningkatan kualitas RTLH sebanyak 400 unit dan pembangunan baru melalui program DAK dan APBD provinsi sebanyak 258 unit.

Kami sadar jika hanya bersandar pada anggaran pemerintah, akan memakan waktu yang cukup lama untuk mereduksi jumlah RTLH yang ada di sleman. Pemkab Sleman sangat menyambut dan membuka kesempatan kolaborasi dan kerjasama dalam upaya rehabilitasi RTLH ini. 

Saya juga mengajak masyarakat dan swasta melalui TJSP untuk bersama-sama berpartisipasi dan peduli mengentaskan kemiskinan melalui rehabilitasi RTLH. Dengan sinergi semua pihak yang ada di Kabupaten Sleman diharapkan semakin cepat mewujudkan Sleman bebas RTLH.

Kami Juga berharap partisipasi masyarakat dalam pengawasan kegiatan penyaluran bantuan RTLH ini baik dalam perencanaan, pendataan maupun pelaksanaannya. Hal ini dimaksudkan agar bantuan RTLH ini tepat sasaran sehingga dana bantuan rehabilitasi RTLH dapat dipergunakan untuk memperbaiki rumah secara optimal, yang bermuara pada terwujudnya rumah warga yang benar-benar layak huni dan sehat untuk ditinggali. 

Dengan rumah layak huni, kehidupan masyarakat diharapkan akan semakin sehat secara fisik dan psikis sehingga mampu berdaya secara ekonomi dan lebih produktif. Mari bergotong royong sesarengan mbangun sleman untuk mewujudkan sleman sebagai rumah bersama. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved