Berita Pendidikan Hari Ini

Tahun Baru Islam: Momentum Spirit Humanis Spiritual

Dalam riwayat ulama ahli sejarah, bahwa kalender Islam ditetapkan Umar bin Khattab RA ketika ia menjadi khalifah.

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Nur Kholik 

Ini bertujuan agar hubungan dengan Allah semakin dekat, hubungan dengan sesama manusia semakin baik, dan dedikasi terhadap kemajuan peradaban semakin nyata.

Spirit Humnasi Spiritual

Terilhami ungkapan John Avery, dalam dialognya dengan Hassan Askariterekam dalam buku Towards a Spiritual Humanism: A Muslim Humanist Dialogue (Meed: Seven Mirros,1991), mencatat bahwa kemunculan humanis-agamis pada abad ke-20, sampai-sampai John Dewey, Roy Wood Sellars, dan lainnya dari kubu Universitas Cambridge, telah menemukan unsur-unsur humanitarian dalam agama.

Sama-sama perhatikan sebenarnya Islam tidak bertentangan dengan humanisme.

Justru tugas besar Islam, sejatinya adalah melakukan transformasi sosial dan budaya dengan nilai-nilai Islam.

Misalnya kita mengenal trilogi “iman-ilmu-amal”; maksudnya iman berujung pada amal/aksi, atau tauhid harus diaktualisasikan dalam bentuk pembebasan manusia.

Pusat keimanan Islam memang Tuhan, tetapi ujung aktualisasinya adalah manusia.

Menurut Nurcholis Madjid atau dikenal Cak Nur (1995), menyatakan bahwa pandangan hidup yang teosentris dapat dilihat dalam kegiatan keseharian yang antroposentris.

Adapun dalam pandangan Kuntowijoyo (1991), Islam merupakan sebuah humanisme, yaitu agama yang sangat mementingkan manusia sebagai tujuan sentral.

Humanisme adalah nilai dasar Islam. Kuntowijoyo memberikan istilah “Humanisme Teosentris”, dengan pengertian “Islam merupakan sebuah agama yang memusatkan dirinya pada keimanan Tuhan, tetapi yang mengarahkan perjuangannya untuk kemuliaan peradaban manusia”.

Islam sangat menjunjung tinggi rasionalisme.

Sehingga dapat dipahami bahwa secara umum di dalam Islam, humanisme dipahami sebagai suatu konsep dasar kemanusiaan yang tidak berdiri dalam posisi bebas, harus mengandung pengertian bahwa makna atau penjabaran arti memanusiakan manusia itu harus selalu terkait secara teologis.

Sehingga secara fundamental, humanisme-spiritual merupakan hal penting dan utama dari semua keyakinan moral yang kokoh.

Lebih tegas, humanisme-spiritual merupakan perasaan mendalam dirasakan dan tertanam di dalam diri seseorang yang mengharuskannya untuk memperlakukan setiap orang di hadapannya sebagai manusia seutuhnya tanpa dipengaruhi oleh keadaan, atau kepentingan apapun di sekelilingnya terlebih pada masa pandemi sekarang ini setiap individu harus memiliki rasa saling membantu/gotong royong.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved