Berita Pendidikan Hari Ini

Tahun Baru Islam: Momentum Spirit Humanis Spiritual

Dalam riwayat ulama ahli sejarah, bahwa kalender Islam ditetapkan Umar bin Khattab RA ketika ia menjadi khalifah.

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Nur Kholik 

Oleh Nur Kholik
Prodi PAI Universitas Alma Ata


Umat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia selalu memperingati Tahun baru Hijriah 1444(1 Muharram).

Sampai-sampai di Indonesia sendiri, peringatan tersebut ditandai dengan pembacaan do’a akhir tahun dan do’a awal tahun.

Tak jarang pula, biasanya disusupi dengan pembacaan istighosah dan do’a bersama.

Dalam riwayat ulama ahli sejarah, bahwa kalender Islam ditetapkan Umar bin Khattab RA ketika ia menjadi khalifah.

Suatu saat, Umar menerima sepucuk surat dari sahabatnya, Abu Musa Al-Asy’ari RA tanpa dibubuhi tanggal dan hari pengirimannya.

Sehingga, menyulitkan Umar untuk menyeleksi surat mana yang terlebih dahulu harus diurus.

Sebab itu, Umar mengadakan musyawarah dengan para sahabat terkemuka saat itu untuk membicarakan serta menyusun penanggalan.

Dimana musyawarah yang diadakan Umar bersama para-sahabatnya menghasilkan beberapa pilihan tahun bersejarah untuk dijadikan sebagai patokan memulai kalender Islam, yakni tahun kelahiran Nabi Muhammad, waktu saat Nabi diangkat menjadi Rasul, tahun wafat beliau, atau ketika Nabi hijrah dari Makkah-Madinah.

Namun di antara pilihan itu, akhirnya ditetapkanlah usulan dari Ali bin Abi Thalib, kalender Islam dimulai dari hari hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved