Berita Bisnis Terkini

DPD REI DIY Dorong Rumah Sederhana Dapat Subsidi Pemerintah 

Dengan UMR DIY, masyarakat hanya mampu membeli rumah subsidi pemerintah seharga Rp150.500.000. 

glynniscoxrealtor.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) DIY mendorong pemerintah agar memberikan subsidi untuk rumah sederhana. 

Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan sulit bagi DIY untuk memiliki rumah karena UMR yang rendah.

Dengan UMR DIY, masyarakat hanya mampu membeli rumah subsidi pemerintah seharga Rp150.500.000. 

"Di Kota Yogyakarta dan daerah penyangga lain di DIY kayaknya tidak banyak. Ada di Gunungkidul, kemudian Kulonprogo, itu pun tidak banyak. Sehingga masyarakat lebih banyak mencari rumah hunian yang harganya di atas rumah subsidi,"katanya, Minggu (24/07/2022).

Baca juga: Semester Satu 2022, Penjualan Properti DIY Meningkat 20 Persen

Karena jumlahnya terbatas, ia pun mengusulkan agar rumah sederhana juga mendapat subsidi.

Menurut aturan, rumah sederhana adalah 3 kali harga rumah subsidi. 

Ketika rumah sederhana juga mendapat subsidi dari pemerintah, maka masyarakat di DIY bisa membeli rumah dengan harga yang relatif murah. 

"Sebenarnya kan masyarakat bisa dapat subsidi selisih bunga dan uang muka untuk masyarakat yang membeli rumah subsidi. Tetapi kalau di DIY kan sedikit sekali, makanya kami dorong supaya rumah sederhana juga dapat subsidi,"terangnya.

"Artinya rumah dengan harga di bawah Rp450 juta juga mendapat subsidi. Misalnya rumah kami jual Rp300juta, kemudian dipotong subsidi dan pembebasan PPN, kan harganya bisa berkurang paling nggak Rp270juta. Kalau seperti itu kan bisa terserap lebih banyak oleh masyarakat,"sambungnya.

Baca juga: Kisah Rumah Berusia 2 Abad di Tebing Watugupit Gunungkidul

Ia menambahkan saat ini tantangan dalam bisnis properti adalah harga material bangunan yang semakin mahal.

Yang tak kalah penting adalah harga tanah di DIY yang semakin meroket. 

Kendati demikian, ia optimis penjualan properti di tahun 2022 ini akan meningkat. 

"Untuk saat ini trennya membaik. Pada semester satu ini ada peningkatan 20 persen dibanding semester satu tahun 2021. Kami optimis lah nanti semester dua bisa meningkat lagi,"imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved