Berita Pendidikan

Belajar dari Strategi Kreatif Produksi Acara Televisi Lembaga Penyiaran Publik TVRI : Satu Sisi

Belajar dari Strategi Kreatif Produksi Acara Televisi Lembaga Penyiaran Publik TVRI : Satu Sisi

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Dosen STMM Yogyakarta Dwi Korina Relawati 

oleh Dwi Korina Relawati

Dosen STMM Yogyakarta

Membicarakan sejarah pertelevisian Indonesia, tidak bisa lepas dari TVRI.

Lembaga ini lahir pada tahun 1962. Seiring berjalannya waktu ,menurut situs tvri.go.id, TVRI telah mengalami perubahan status.

Sejak Tahun 2005, TVRI telah menjadi Lembaga Penyiaran Publik setelah sebelumnya berstatus Perseroan Terbatas.

Selain status, TVRI juga berbenah pada bidang lainnya. Hal ini dilakukan, salah satu alasannya, yakni kuatnya image TVRI sebagai corong pemerintah selama orde baru.

Peran media yang dilakukan TVRI dianggap terlalu berpihak kepada pemerintah saat itu. Mestinya, TVRI harus menyampaikannya secara berimbang.

Tentu saja, masalah yang dimiliki TVRI bukanlah itu saja. Sebuah link video yakni https://www.youtube.com/watch?v=i0URxKwmz0k, berisi penyampaian dari Helmy Yahya tentang kondisi TVRI saat awal ia pimpin sebagai direktur utama pada tahun 2017, telah membawa penulis kepada suatu pelajaran berkreasi.

Helmy Yahya menyampaikan sederet permasalahan di awal ia menjabat seperti share di bawah 1 persen,,logo yang dianggap jadul, peralatan usang, permasalahan Corporate Culture belum terbentuk utuh pada SDM , (status) keuangan 3 kali disclaimer dari BPK, pengelolaan aset memprihatinkan, dan kurangnya kesejahteraan karyawan.

Untuk menata permasalahan itu ,Helmy beserta jajaran direktur membuat prioritas.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved