Berita Bantul Hari Ini

Vaksinasi Massal di Bantul Akan Sasar Siswa Umur 6 Tahun dan 18 Tahun untuk Booster  

Dinkes Bantul buka layanan vaksin booster di tiap puskesmas dan sentra vaksinasi Dinkes dilakukan tiap hari Jumat dari pukul 08.00-11.00 WIB.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Vaksinasi massal di sentra vaksinasi Dinkes Bantul bekerjasama dengan BINDA DIY, Jumat (22/7/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah pusat mewajibkan vaksin booster Covid-19 sebagai syarat perjalanan dan mengakses fasilitas publik.

Namun, capaian booster di Kabupaten Bantul masih rendah.

Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bantul, dr Sri Wahyu Joko Santoso, menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Bantul untuk meningkatkan capaian vaksin booster.

Misalnya dua bulan lalu pihaknya menyasar pegawai, karyawan, buruh perusahaan untuk mendapatkan vaksin booster.

"Kemudian di bulan berikutnya mulai akhir juni kita mewajibkan untuk ASN wajib booster dengan surat edaran sekda. Untuk selanjutnya nati setelah ASN, yang kita sasar adalah siswa kelas 1 SD yang sudah masuk usia 6 tahun untuk vaksin pertama, kemudian booster untuk siswa sma kelas 3 yang sudah berusia 18 tahun," ujarnya saat ditemui di vaksinasi massal kerjasama Dinkes dan BINDA DIY, Jumat (22/7/2022).  

Baca juga: Satgas Covid-19 Bantul Sebut Masih Ada Warga Yang Menolak Dilakukan Tracing

Terkait adanya edaran dari Kemendagri tentang vaksin booster sebagai syarat perjalanan dan mengakses fasilitas publik, pihaknya tetap membuka pelayanan vaksinasi di tiap puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul .

Kemudian di sentra vaksinasi Dinkes dilakukan rutin sekali seminggu di hari jumat dari pukul 08.00-11.00.

"Kalau melihat animo masyarakat karena ada surat edaran tersebut, kemungkinan frekuensinya akan kita tambah. Saat ini belum kita tentukan harinya, tapi kemungkinan akan kita tambah antara 2 sampai 3 kali seminggu," ungkapnya.

Menurut pria yang akrab disapa dokter Oki ini, antusias masyarakat saat ini untuk mendapatkan vaksin booster cukup baik, namun demikian hal itu tetap perlu ditingkatkan.

"Karena saya lihat yang datang ke sini adalah orang-orang yang berkebutuhan untuk perjalanan, belum mendasar kebutuhan karena untuk melindungi diri sendiri," bebernya.

Sementara itu, dari data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul , capaian vaksin booster per 21 Juli 2022 sebanyak 179.083 atau 23,81 persen dari target sasaran 752.225.

Sedangkan capaian vaksin dosis pertama sejumlah 790.701 atau 87,92 persen dari target sasaran sebesar 899.352. Kemudian untuk dosis kedua sejumlah 758.582 atau 84,35 persen dari target sasaran yang sama.

Sementara itu, Koordinator BINDA DIY wilayah Bantul Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk membantu meningkatkan capaian booster yang masih rendah di Kabupaten Bantul.
 
"Dengan adanya kebijakan pemerintah terkait pelaku perjalanan  dan untuk masuk ruang publik harus booster, ini harapan kita agar masyarakat memanfaatkan ini supaya tidak perlu PCR. Ini bisa dikatakan sisi positif bagi masyarakat daripada melakukan pcr, lebih baik booster," ungkapnya.

Ia berharap, semakin banyak masyarakat booster maka virus Covid-19 dapat ditekan penyebarannya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Bupati Bantul Positif Covid-19

Ketika jumlah kasus turun, maka pemerintah pun akan mengeluarkan kebijakan dari pandemi ke endemi.  

"Tapi dengan varian baru ini ada peningkatan walaupun tidak signifikan tapi berlangsung terus menerus. Karena gejalanya tidak berat, otomatis orang tidak menyangka dan menganggap sakit biasa. Yang kita takutkan orang ini kemudian menyebarkan virus ke orang lain, kan belum tentu orang lain memiliki imun yang kuat," urainya.  

Maka dari itu, senada dengan Dinkes Bantul, pihaknya akan bekerjasama dengan Disdikpora dan Balai Dikmen untuk menjaring siswa baru kelas 1 SD yang berumur 6 tahun untuk mendapatkan vaksin dosis 1 dan booster untuk siswa yang berumur 18 tahun.  

Di waktu terdekat, pihaknya berencana berkoordinasi dengan Dokpol untuk menggelar gerai vaksinasi di Bantul Creative Expo.
 
"Secara kontinyu akan terus kita lakukan percepatan capaian vaksinasi booster. Selain itu diharapkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) walaupun sudah ada pelonggaran. Karena penggunaan masker kebutuhannya bukan untuk menanggulangi covid saja tapi juga virus lain, jadi new normal benar-benar diterapkan," pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved