Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Satu di Antara ASN Tersangka Korupsi Renovasi Stadion Mandala Krida Pensiun Tahun Lalu 

Satu di antara tersangka kasus korupsi renovasi Stadion Mandala Krida berinisial EW merupakan pensiunan ASN di Pemda DIY. 

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu di antara tersangka kasus korupsi renovasi Stadion Mandala Krida berinisial EW merupakan pensiunan ASN di Pemda DIY. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya menjelaskan, EW tercatat memasuki masa pensiun per 1 Maret 2021 silam dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bidang Pendidikan Khusus Disdikpora DIY. 

"Kan sudah setahun yang lalu pensiun," terang Didik saat dikonfirmasi, Jumat (22/7/2022). 

EW disebut mengajukan pensiun dini atas permintaan sendiri.

Baca juga: Sri Sultan HB X Tegaskan Tak Akan Beri Bantuan Hukum Pada Tersangka Korupsi Stadion Mandala Krida

Terlebih kala itu masa pensiun yang bersangkutan akan tiba sebentar lagi. 

"Ya (mengajukan pensiun) karena sudah tinggal beberapa bulan lagi (memasuki masa pensiun)," sambungnya. 

Didik melanjutkan, pihaknya mendukung penuh proses hukum yang dilakukan KPK untuk mengusut dugaan kasus korupsi proyek renovasi Mandala Krida. 

Dia juga akan kooperatif jika KPK ingin meminta keterangan lebih lanjut darinya atau mencari bukti-bukti pendukung di kantor Disdikpora DIY. 

Didik mencontohkan, KPK pernah menggeledah kantor Disdikpora DIY dan Badan Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY pada 17 Februari 2021 lalu. 

Sedikitnya ada 32 dokumen yang diamankan lembaga anti rasuah tersebut untuk mengusut dugaan korupsi proyek renovasi Stadion Mandala Krida Yogyakarta APBD Tahun Anggaran 2016-2017. 

Baca juga: Nilai Kerugian Korupsi Stadion Mandala Krida Yogyakarta Sebesar Rp31,7 Miliar

"Ya itu kan kemarin-kemarin juga kita kan sudah (kooperatif). Pengambilan data itu dulu kan juga pernah tahun lalu," terangnya. 

"Tentunya kalau itu memang ini secara hukum bisa saja mereka mencari info gitu," sambungnya. 

Pengungkapan dugaan kasus korupsi di lingkup Pemda DIY ini diharapkan menjadi pembelajaran tersendiri.

Didik pun meminta jawatannya untuk hati-hati dalam bekerja. 

"Pelajaran buat kita semua lebih hati-hati dalam melangkah untuk bekerja secara baik. Jangan sampai hal serupa terulang karena mungkin ketidak cermatan kita bekerja," terangnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved