Musik Zone

Rubrik Music Zone: Gandeng Deny Wicaksono, Danudjaditya Usung Format Band

Sempat meluncurkan album penuh bertajuk 'Distopia' beberapa waktu lalu, rocker Danudjaditya yang sebelumnya tampil dalam format solo kini mengubah

istimewa
Penampilan Danudjaditya dalam format band di Jogja VolksWagen Music Festival di Candi Prambanan Minggu (17/7/2022) lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sempat meluncurkan album penuh bertajuk 'Distopia' beberapa waktu lalu, rocker Danudjaditya yang sebelumnya tampil dalam format solo kini mengubah konsep bermusiknya.

Hal tersebut Danudjaditya tunjukkan kala tampil di Jogja VolksWagen Music Festival di Candi Prambanan Minggu (17/7/2022) lalu, unjuk gigi dalam format band bersama Deny Wicaksono sebagai drummer.

"Ini momen spesial buat Danudjaditya. Sejak hari ini saya tidak lagi solo, untuk proses karya selanjutnya baik itu album dan lain-lain Danudjaditya jadi band bareng Deny Wicaksono," kata musisi yang akrab disapa Didit itu.

Baca juga: DPRD Kota Yogyakarta Dorong Optimalisasi SDM Untuk Kesejahteraan Masyarakat 

Tidak ada alasan khusus bagi Didit mengubah konsep.

Namun meski mengubah konsep, Danudjaditya tetap mempertahankan karakter musik dengan dua drum dan gitar.

Didit cukup nyaman dengan format ini karena bisa melakukan banyak eksplorasi baik saat rekaman maupun di atas panggung bersama Deny.

"Ya karena memang sesuai kebutuhan sih. Kami bisa eksplorasi, bebas tanpa terikat satu bentuk. Bisa saja nanti Deny yang nge-lead, mengokupasi suasana tanpa terikat estetika tertentu," sambung Didit.

Sebelum mengubah konsepnya Danudjaditya kerap tampil dengan drummer yang berbeda. Didit sempat berkolaborasi dengan Bable Sagala, penggebuk drum Metallic Ass dan Sandy (Rexxar) di banyak panggung komunitas. Ia juga menjamah kemungkinan lain bersama Richardus Ardita (Mock Me Not, Individual Life, Melancholic Bitch).

Baca juga: Mulai Terisi Pasien, Ini Cara Mengakses Selter Covid-19 di Rusunawa Bener Kota Yogyakarta

Deny Wicaksono sendiri sebelumnya dikenal sebagai desainer grafis. Ia bukan nama asing di skena musik Yogyakarta karena pernah terlibat banyak proyek dengan para musisi.

"Semoga saja karya bisa lebih berkembang," ujar Didit.

Album 'Distopia' yang rilis secara fisik sebanyak 150 keping nyaris ludes. Sekitar 135 keping album hasil kolaborasi dengan perupa muda Yogyakarta, Muhammad Harris Syahpuja Putra terjual secara daring.

Tersisa 15 keping yang bisa didapatkan di Toko Musik Luwes dan Rilisan Fisik Yogyakarta.

Album debutnya itu sendiri berisi sembilan kedegilan memuakkan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. (Han)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved