Covid Centaurus

Cara Penularan Omicron BA.2.75 atau Subvarian Centaurus, Samakah dengan Varian Sebelumnya?

Subvarian Omicron BA.2.75 atau Subvarian Centaurus sudah masuk ke Indonesia. Kenali cara penularan dan gejalanya sebagai berikut.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Alexandra_Koch
Subvarian Centaurus 

TRIBUNJOGJA.COM – WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan adanya temuan subvarian Omicron yang baru yaitu Subvarian Centaurus BA.2.75 . Varian ini pertama kali ditemukan di India pada awal Juni lalu.

lustrasi Virus Corona
lustrasi Virus Corona (Freepik)

Subvarian Centaurus telah menyebar ke berbagai negara, termasuknya Indonesia yang ditemukan ada 3 kasus pada awal Juli lalu.

Gejala yang dialami oleh penderita Subvarian Centaurus sama seperti subvarian lainnya yaitu batuk disertai pilek, demam, sakit kepala dan pusing, sakit tenggorokan, rasa mual, dan sesak nafas.

Meskipun gejala yang dirasakan penderita tidaklah parah, para peneliti tetap mewaspadai Subvarian Centaurus ini karena penularannya yang lebih cepat dari subvarian sebelumnya.

Sedangkan penularan Subvarian Centaurus ini sama seperti varian Covid-19 lainnya yaitu dengan melalui tetesan kecil yang keluar dari batuk atau bersin seseorang.

Ilustrasi batuk
Ilustrasi batuk (buoyhealth)

Menurut para peneliti, potensi ancaman Subvarian Centaurus ini masih rendah namun masyarakat tetap harus waspada karena penularannya yang sangat cepat.

Oleh karena itu tetaplah jaga kebersihan dan selalu gunakan masker ketika berada di luar ruangan. Juga seringlah untuk mencuci tangan dan kaki selepas kontak langsung dengan orang lain atau setelah berada dari luar ruangan.

(MG/Pradnya Paramitha Kuswanto)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved