Fenomena Citayam Fashion Week

BEGINI Kata Pakar tentang Fenomena Citayam Fashion Week, Area Publik untuk Unjuk Ekspresi

Citayam Fashion Week memang menjadi pembicaraan semua kalangan. Ini karena fenomena tersebut cukup unik. Citayam Fashion Week tidak digelar

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Rina Eviana
Tribunnews.com
model Valerie-Veronika ikut serta dalam catwalk di citayam fashion week dengan dua remaja SCBD 

TRIBUNJOGJA.COM - Citayam Fashion Week memang menjadi pembicaraan semua kalangan.

Ini karena fenomena tersebut cukup unik. Citayam Fashion Week tidak digelar di gedung megah dengan sorot lampu mewah.

Modelnya pun terbentuk secara organik, yakni pemuda-pemudi yang ingin menunjukkan betapa kerennya outfit yang ia kenakan.

Citayam Fashion Week berlangsung setiap saat, tergantung siapa yang ingin tampil. Spotnya pun hanya di zebra cross di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Selain ramai di Twitter dan media sosial lain, fenomena ini juga dibicarakan oleh orang setingkat gubernur.

Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat dan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta saja sudah pernah mengunjungi tempat tersebut.

Lantas, bagaimana pendapat pakar terkait fenomena unik tersebut?

Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Derajat Sulistyo Widhyarto, S.Sos., M.Si., kemunculan Citayam Fashion Week sebagai bagian pembentukan budaya baru yang dilakukan oleh anak muda.

Dengan begitu, ajang tersebut perlu diapresiasi oleh siapapun.

“Salah satu karakter kaum muda adalah pencipta budaya dan kebudayaan youth culture. Fenomena Citayam mempunyai efek budaya dari kebudayaan tersebut,” katanya, Kamis (21/7/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved