Berita Kota Yogya Hari Ini

Nilai Kerugian Korupsi Stadion Mandala Krida Yogyakarta Sebesar Rp31,7 Miliar

Khusus untuk di tahun 2016 disiapkan anggaran senilai Rp41,8 miliar kemudian ditahun 2017 disiapkan anggaran senilai Rp45,4 miliar.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
jogja.tribunnews.com
stadion mandala krida 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengerjaan pembangunan Stadion Mandala Krida, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapati nilai kerugian negara akibat dugaan korupsi proyek tersebut.

Perjalanan dugaan korupsi pembangunan stadion itu dimulai pada 2012, di mana Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mengusulkan adanya renovasi Stadion Mandala Krida

Usulan tersebut kemudian disetujui serta anggarannya dimasukkan dalam alokasi anggaran BPO untuk program peningkatan sarana dan prasarana olahraga.

"Kemudian EW selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada BPO di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY diduga secara sepihak menunjuk langsung PT AG dengan SGH selaku Direktur Utama untuk menyusun tahapan perencanaan pengadaannya yang salah satunya terkait nilai anggaran proyek renovasi Stadion Mandala Krida," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada Tribun Jogja, Kamis (21/7/2022).

Baca juga: Satgas Covid-19 Bantul Sebut Masih Ada Warga Yang Menolak Dilakukan Tracing

Ali Fikri menjelaskan, dari hasil penyusunan anggaran ditahap perencanaan yang disusun SGH tersebut dibutuhkan anggaran senilai Rp135 miliar untuk masa 5 tahun 

"Dan diduga ada beberapa nilai item pekerjaan yang nilainya di mark up dan hal ini langsung disetujui EW tanpa melakukan kajian terlebih dulu," jelasnya.

Khusus untuk di tahun 2016 disiapkan anggaran senilai Rp41,8 miliar kemudian ditahun 2017 disiapkan anggaran senilai Rp45,4 miliar.

Adapun salah satu item pekerjaan dalam proyek pengadaan ini yaitu penggunaan dan pemasangan bahan penutup atap stadion yang diduga menggunakan merek dan perusahaan yang ditentukan sepihak oleh tersangka EW.

"Pada pengadaan ditahun 2016, HS selaku Direktur PT PNN dan PT DMI diduga melakukan pertemuan dengan beberapa anggota panitia lelang dan meminta agar bisa dibantu dan dimenangkan dalam proses lelang," ungkap Ali Fikri.

Selanjutnya anggota panitia lelang menyampaikan keinginan HS tersebut pada EW dan diduga langsung disetujui untuk dimenangkan tanpa dilakukannya evaluasi penelitian kelengkapan dokumen persyaratan mengikutilelang.

Selain itu, saat proses pelaksanaan pekerjaan diduga beberapa pekerja tidak memiliki sertifikat keahlian dan tidak termasuk pegawai resmi dari PT. DMI.

Rangkaian perbuatan para tersangka diduga melanggar ketentuan diantaranya Pasal 5 huruf f, Pasal 6 huruf c, g dan h, Pasal 89 ayat 2 Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang Jasa dan perubahannya.

Baca juga: Manajemen PSS Sleman Dukung Langkah Polda DIY Menjaga Kondusifitas Kompetisi Liga Indonesia

"Akibat perbuatan para tersangka tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar sejumlah Rp31,7 miliar," imbuh Plt Juru Bicara KPK.

Atas perbuatannya, para Tersangka disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1KUHP.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi pengerjaan pembangunan stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta. (Hda)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved