Update Covid19 DI Yogyakarta

Kasus Covid-19 di Jogja Meningkat Hantui PTM Sekolah, Orangtua Siswa: Jangan Belajar Daring Lagi

Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta meningkat cukup tajam. Per Rabu (20/7/2022), ada lebih dari 600 orang terkonfirmasi Covid-19.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Freepik.com
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta meningkat cukup tajam. Per Rabu (20/7/2022), ada lebih dari 600 orang terkonfirmasi Covid-19.

Disdikpora di DIY juga berupaya untuk melacak siswa yang terpapar virus corona dengan melakukan tes acak.

Menanggapi hal tersebut, Anggit, seorang ibu yang memiliki anak berusia 13 tahun atau kelas 1 SMP berharap pembelajaran tidak lagi dilakukan secara daring.

“Anakku lagi seneng-senengnya sekolah di SMP, jangan daring lagi lah. Kemarin pas bulan Februari, pas masih di SD, sekolah tutup satu bulan karena banyak yang kena Covid-19. Itu sulit banget ngejar ketertinggalan belajar buat ujian,” kata Anggit kepada Tribun Jogja, Kamis (21/7/2022).

Baca juga: Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro di Antara 12 Pelatih Asing dan 5 Pelatih Lokal Liga 1

Menurut dia, di saat kasus Covid-19 meningkat seperti belakangan ini, pemerintah bisa mulai melakukan tes acak untuk siswa sekolah.

Namun, ketika ditemukan banyak siswa yang terpapar positif, ia meminta, sekolah jangan ditutup.

“Memang agak sulit ya untuk ambil keputusan, tapi aku minta jangan daring lagi donk. Sulit kalau anak itu sekolah di rumah, padahal aku juga kerja. Anakku di rumah sendiri, tetap gak ada yang dampingi,” terangnya.

Dia menilai, sekolah daring, kini bukan solusi untuk menekan penyebaran Covid-19. Sebab, kekebalan kelompok sudah mulai terbentuk.

Sehingga, ketika terpapar Covid-19, orang dewasa hanya mendapatkan gejala ringan.

“Was-was gak sih, cuma memang harus waspada. Anakku kubawain bekal dari rumah, wajib masker biar gak ikutan terpapar Covid-19. Dia juga sudah vaksin dari Agustus tahun lalu,” ucapnya.

Ditambahkan Anggit, ia cukup yakin sebenarnya sang anak sudah pernah kena Covid-19 varian Omicron, melihat dari gejala yang tampak.

Akan tetapi, karena sudah mendapatkan kekebalan tubuh, putrinya itu tidak mengalami gejala berat dan cenderung flu biasa.

“Sudah ada kuncinya kan, kalau sakit Covid-19 ya istirahat, jangan kemana-mana, minum obat. Aku kira, tidak perlu bereaksi berlebihan sih,” tandasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved