Apakah Penderita Hipertensi dan Diabetes Boleh Makan Durian? Ini Penjelasannya
Buah durian mengandung senyawa alkohol (etanol, methanol, ethyl metacrylate). Dampak dari senyawa alkohol di antaranya meningkatkan tekanan darah
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Tribunjogja.com - Siapa tak mengenal durian? Buah satu inimemiliki aroma yang menyengat, namun buah durian memiliki banyak peminat.
Bahkan tak sedikit di antaranya yang menyukai durian lantaran aroma dan rasanya yang manis.
Buah durian memiliki nama ilmiah Durio zibethinus.
Buah ini merupakan buah asli dari Asia Tenggara.
Meski buah yang kulitnya penuh duri ini dikenal memiliki rasa yang enak, namun sebaiknya Anda tak terlalu berlebihan dalam mengonsumsinya.
Melansir dari Badan Litbang Pertanian, kita perlu berhati-hati saat makan durian karena dalam buah ini terkandung senyawa alkohol (etanol, methanol, ethyl metacrylate) serta berbagai senyawa sulfur.
Efek samping
Dampak dari senyawa alkohol di antaranya adalah meningkatkan tekanan darah.
Sehingga bisa berdampak buruk bagi pengidap hipertensi dan penyakit seperti jantung koroner, stroke atau gangguan ginjal.
Selain itu buah durian juga mengandung lemak dan glukosa yang cukup tinggi.
Lemak sebetulnya merupakan lemak tak jenuh. Akan tetapi saat buah matang glukosa bisa berubah menjadi alkohol.
Baca juga: 10 Cara Alami Menurunkan Hipertensi alias Tekanan Darah Tinggi dengan Cepat dan Mudah
Alkohol dan glukosa ini perlu menjadi perhatian terutama yang memiliki riwayat diabetes.
Kandungan kalori yang tinggi inilah yang menghasilkan pembakaran berlebihan di tubuh yang kemudian menimbulkan manifestasi terasa panas dalam tubuh.
Tiap 100 gram durian memiliki kalori sekitar 120-180 kalori.
Satu daging durian dengan daging buah seberat 500 gram mengandung 600-900 kalori.