Berita Nasional

Pemerintah Wacanakan Pemberian Subsidi Langsung ke Penerima Manfaat, Ini Alasannya

Hanya saja, nantinya, pemberian subsidi akan dilakukan secara langsung kepada masyarakat penerima dan tidak lagi dalam bentuk harga barang.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
ist
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyebut subsidi yang diberikan oleh pemerintah selama ini malah banyak dinikmati oleh kalangan menengah ke atas.

Kondisi itu menyebabkan pemberian subsidi oleh pemerintah kepada masyarakat banyak yang tidak tepat sasaran sehingga diperlukan perubahan skema.

Pemberitan subsidi kepada masyarakat sendiri akan tetap dilakukan oleh pemerintah.

Hanya saja, nantinya, pemberian subsidi akan dilakukan secara langsung kepada masyarakat penerima dan tidak lagi dalam bentuk harga barang.

Dengan begitu, nantinya subsidi yang diberikan oleh pemerintah bisa benar-benar tepat sasaran sehingga orang yang menerima subsidi adalah orang yang benar-benar membutuhkan.

"Kita sedang berpikir sekarang dirubah kebijakannya untuk ke subsidi orang. Agar betul-betul address-nya jelas, mereka yang berhak, itu yang seharusnya mendapatkan (subsidi)," ujar Moeldoko seperti yang dikutip dari Kompas.com yang melansir unggahan YouTube UKSW Salatiga yang menampilkan acara Seminar Kebangsaan: Strategi Pemerintahan Jokowi Menjaga Keamanan Nasional" yang ditayangkan YouTube UKSW Salatiga, Senin (18/7/2022).

Menurut Moeldoko, permasalahan subsidi tidak tepat sasaran ini terjadi karena subsidi yang diberikan selama ini malah banyak dinikmati oleh kalangan menengah ke atas.

Padahal mereka sebetulnya bukan pihak yang berhak untuk menerima subsidi dari pemerintah.

Baca juga: Banding Kubu Moeldoko Soal Partai Demokrat Kembali Kandas di PTUN Jakarta

Kalangan menengah ke atas ini bisa menikmati subsidi yang diberikan pemerintah karena skema yang dijalankan saat ini adalah subsidi dalam bentuk barang.

"Justru sekarang, karena subsidinya dalam bentuk barang, orang menengah ikut menikmati subsidi itu dengan tidak malu-malu. Ini persoalan. Kalau kita lihat, orang kaya yang menikmati. Orang menengah menikmati," jelasnya.

"Bayangkan, pemerintah harus mensubsidi (besarnya luar biasa) dan subsidi itu lari kepada orang-orang yang tidak tepat. Karena subsidinya subsidi (terhadap) barang," kata Moeldoko.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Panglima TNI itu juga menjelaskan, saat ini Indonesia sedang menghadapi situasi tidak menguntungkan sebagai imbas dari naiknya harga energi di dunia.

Sebagai dampak lanjutannya, jika harga jual bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tidak dinaikkan, pemerintah yang mengalami kesulitan karena menanggung beban subsidi yang besar.

"Kita sekarang ini menghadapi situasi yang tidak enak. Yakni persoalan energi. Mau (harga BBM) dinaikkan masyarakat lagi sulit. Tidak dinaikkan negara kesulitan. Karena untuk subsidinya (ke harga BBM) itu luar biasa," tutur Moeldoko.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved