Berita Kriminal

Kronologi Pembunuhan Wanita Muda di Jakarta, Pelaku Lihat Chatingan Selingkuh di HP Pacarnya

Pelaku melihat handphone korban yang diduga ada chattingan yang sifatnya selingkuh

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Seorang perempuan muda berinisial YP (19) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos di Jalan Buaran Megah, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Senin (18/7/2022) siang kemarin

Dari tubuh korban, polisi menemukan bekas luka cekik di bagian leher.

"Kalau kami lihat di TKP, itu (lukanya) di bagian leher dan kemaluan. Luka lebam," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi.

Sementara itu penjaga kos tempat korban ditemukan, Jasim mengatakan polisi datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara pada siang hari sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat polisi datang, penghuni kos lainnya baru mengetahui kalau korban ditemukan meninggal di kamar kos.

"Warga tahunya (ada penemuan mayat) pas polisi sudah datang saja. Warga sebelumnya belum pada tahu," ujar Jasim.

Sebelum ditemukan meninggal, warga di sekitar kos menurut Jasim masih melihat YP pada Minggu malam.

Polisi yang melakukan olah TKP pun akhirnya berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku.

Baca juga: Update Terbaru Serangan Berdarah KKB Papua di Nduga, Korban Tewas jadi 11 Orang

Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap YP.

Pelaku diketahui merupakan pacar korban berinisial INA (25).

Dari pengakuan pelaku kepada polisi, pembunuhan terhadap YP ini dilatarbelakangi masalah cemburu.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Timur Komisaris Besar Budi Sartono mengatakan, pelaku diduga cemburu lantaran korban diduga selingkuh.

"Yang bersangkutan (pelaku) telah mengakui membunuh karena cemburu. Pelaku melihat handphone korban yang diduga ada chattingan yang sifatnya selingkuh," tutur Budi saat konferensi pers di Mapolsek Duren Sawit, Selasa (19/7/2022).

Sebelum dibunuh, korban juga sempat cekcok dengan pelaku pada Senin (18/7/2022) malam.

"Pelaku lihat korban cuek. Pelaku tanya, dijawab, tetapi kurang puas. Akhirnya diambil handphone-nya (korban). Di situlah ditemukan chattingan yang menimbulkan kecemburuan, terjadi cekcok," kata Budi.

Budi mengatakan, pelaku dan korban tinggal bersama di kos itu selama enam bulan belakangan.

Pelaku bekerja sebagai petugas keamanan bank, sedangkan korban menganggur.

Pelaku ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman pidana di atas lima tahun penjara. (*)

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved