Berita Sleman Hari Ini

Kasus Covid-19 di Sleman Perlahan Kembali Naik, Ini Datanya

Data akumulasi kasus covid-19 di Sleman yang sudah berlangsung hampir dua setengah tahun ini tercatat ada 79.253 kasus terkonfirmasi.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
who.int
Berita Update Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Setelah sebelumnya terbilang landai, perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman kini perlahan mulai naik.

Data per-17 Juli 2022 tercatat, ada 180 kasus aktif di Bumi Sembada.

Padahal dua hari sebelumnya, tercatat 165 kasus aktif. 

Kepala Pelaksana BPBD Sleman sekaligus petugas yang bertanggung jawab Isoter di Sleman, Makwan, menerangkan dari 180 kasus aktif Covid-19, sebanyak 38 kasus di antaranya sedang dirawat di rumah sakit. 

"142 isoman. Isoter (rusunawa Gemawang) kosong," terangnya, Senin (1807/2022). 

Data akumulasi kasus covid-19 di Sleman yang sudah berlangsung hampir dua setengah tahun ini tercatat ada 79.253 kasus terkonfirmasi.

Dari jumlah tersebut, 76.368 sembuh dan 2.687 meninggal dunia. 

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, sebelumnya meminta masyarakat tetap mempertahankan protokol kesehatan terutama dalam hal penggunaan masker.

Sebab, kata dia, prediksi nasional angka penularan kasus akan kembali meningkat di akhir Juli ataupun awal Agustus 2022.

Faktor penyebab kenaikan kasus di antaranya karena kemunculan varian Covid-19 baru, yaitu BA4 dan BA5 yang ditengarai memiliki penularan cepat. Apalagi, di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

"Prediksi dari nasional akan ada kenaikan di akhir Juli. Kemudian, awal Agustus. Jadi kita memang harus waspada di Sleman," kata Cahya. 

Sementara itu, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, mengatakan varian Covid-19 BA4 dan BA5 ditengarai memiliki penularan yang lebih cepat dibanding varian omicron biasa.

Karena itu, prokokol kesehatan harus dilaksanakan di masyarakat. 

"Jangan abai menggunakan masker meskipun di tempat terbuka. Jadi yang dulu sudah landai, boleh tidak menggunakan masker di tempat terbuka, sekarang harus menggunakan masker di manapun berada," kata Shavitri.

Di samping itu, bagi masyarakat yang belum vaksin terutama dosis ketiga diminta segera booster.

Vaksin bisa diakses di sentra vaksinasi di SCH maupun di fasilitas layanan kesehatan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved