Berita Klaten Hari Ini

DBD di Klaten Tercatat 297 Kasus, Dinas Kesehatan Minta Warga Terapkan PSN

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mencatat, hingga pekan ke-27 tahun 2022, tercatat 297 kasus DBD.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Shutterstock
Ilustrasi DBD 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terus mengalami penambahan.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mencatat, hingga pekan ke-27 tahun 2022, tercatat 297 kasus DBD.

Setidaknya, dari 297 kasus terdapat 14 kasus menyebabkan kematian pasien.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Klaten, Wahyuning Nugraheni, mengatakan kasus kematian pada epidemi DBD terjadi karena terlambatkan mengakses penanganan medis.

"Ini terjadi karena sebagian masyarakat masih khawatir gejala yang dikeluhkan akan dimasukkan dalam gejala Covid-19," ujarnya, Minggu (17/7/2022).

Padahal, lanjut dia tenaga kesehatan (nakes) akan membedakan penanganan pasien gejala Covid dan non-Covid.

Kondisi ini menurutnya makin memperlambat penanganan medis, padahal DBD memiliki siklus yang harus dipahami dan dipantau.

Sehingga dibutuhkan keterangan yang jelas dari pihak pasien terkait gejala hingga waktu permulaan sakit.

"Sampaikan dengan jelas kapan mulai sakit, gejala apa saja yang dirasakan. Karena penjelasan dari pasien sangat mempengaruhi penanganan medis," katanya.

DBD memiliki manifestasi klinis yang sangat beragam antar individu, dalam artian dapat berkisar dari demam ringan selama beberapa hari lalu kemudian berlanjut hingga sangat parah dan mungkin fatal.

Ketika kondisi pasien memburuk menjadi demam berdarah yang disertai dengan komplikasi, jika tidak segera dipantau dan diobati, maka akan menyebabkan kematian.

Memasuki puncak musim epidemi, jumlah kasus demam berdarah kian meningkat, Wahyuning memperkirakan bahwa jumlah kasus demam berdarah akan terus meningkat.

Untuk itu, perlu mengambil tindakan drastis untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tersebut.

Cara terbaik untuk mencegah penyakit demam berdarah adalah dengan mengurangi munculnya jentik nyamuk melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Perlu diketahui, bahwa barang-barang yang bersifat alamiah seperti pelepah pohon pun rupanya mampu menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik jika terdapat genangan air di atasnya.

"Agar dapat melaksanakan pencegahan epidemi dengue secara efektif, setiap orang, setiap rumah tangga, dan setiap instansi, secara bertahap dan aktif harus menerapkan langkah-langkah pencegahan demam berdarah," harapnya.

Ia menilai, sejauh ini PSN merupakan langkah yang efektif untuk memutus siklus nyamuk sebagai pembawa bibit penyakit. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved