Tips Kesehatan

Ahli Endokrinologi Ungkap Fakta Mengejutkan Munculnya Diabetes, Bukti Gejala Awal Wajib Diwaspadai

Diabetes tipe 2 kerap diketahui atau terdiagnosis saat seseorang telah memiliki masalah ginjal dan retina. Itu berarti gula darah sejak lama tinggi

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
grid.id
Ilustrasi : Gula Darah tak disadari sudah tinggi, ternyata menderita diabetes tipe 2 

TRIBUNJOGJA.COM - Ahli Endokrinologi Kevin Pantalone mengungkap fakta mengejutkan munculnya diabetes tipe 2. Munculnya diabetes tipe 2 diawali dengan gejala dan tanda-tanda yang bahkan sering tidak disadari oleh penderitanya bahwa ia telah mengalami peningkatan kadar gula darah dalam tubuhnya.

Ilustrasi kadar gula dalam darah - Beberapa olahraga bermanfaat mengelola kadar gula darah dan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes
Ilustrasi kadar gula dalam darah - Beberapa olahraga bermanfaat mengelola kadar gula darah dan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes (diabetes.co.uk)

Diabetes tipe 2 diketahui atau terdiagnosis, menurut Kevin Pantalone, kerap terjadi saat seseorang telah memiliki masalah ginjal dan retina. Itu berarti seseorang tersebut telah memiliki gula darah tinggi sejak lama. 

Fakta itu menjadi bukti bahwa penderita diabetes kerap tidak menyadari gejala awal yang muncul pada dirinya. 

Diagnosis diabetes ditambah adanya masalah retina dan ginjal bisa berarti bahwa penderita telah memiliki penyakit tersebut selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya.  

“Ketika kami mendiagnosis seseorang, kami berasumsi bahwa mereka mungkin sudah menderita diabetes selama sekitar lima tahun,” kata ahli endokrinologi tersebut.

“Selama pemeriksaan, sejumlah orang yang baru didiagnosis telah hidup dengan masalah ginjal dan masalah retina, jadi mereka sudah mengalaminya selama beberapa waktu," tambahnya.

Gejala awal diabetes yang tidak disadari penderitanya itu antara lain berupa keluhan sering buang air kecil dan rasa haus yang berlebihan.

Keluhan itu seakan hal biasa sehingga seringkali tidak kentara. Namun bila mengabaikannya akan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih buruk di kemudian hari.

Peningkatan gula darah ringan dapat merusak saraf, ginjal, dan retina Anda.

Semakin tinggi kadar gula darah Anda dan semakin lama Anda mendapatkan pengobatan, semakin buruk komplikasi yang akan terjadi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved