Berita Bantul Hari Ini

RM Wibisono Bersama OJK Imbau Masyarakat Waspadai Pinjaman Online Ilegal

Harapannya, masyarakat bisa lebih waspada dalam mengakses pinjaman online yang hari ini sangat mudah diakses melalui layanan smartphone.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Penyuluhan jasa keuangan dan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap pinjaman online ilegal di Balai Kalurahan Banguntapan, Sabtu (16/7/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Komisi XI DPR RI DRS H Kahar Muzakir yang diwakili RM Wibisono bersama Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) memberikan penyuluhan kepada masyarakat di Kalurahan Banguntapan, Sabtu (16/7/2022).

Kegiatan yang digelar di Balai Kalurahan Banguntapan Bantul ini berisi tentang penyuluhan jasa keuangan dan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap pinjaman online (pinjol ) ilegal.

Kegiatan itu dihadiri peserta dari perwakilan delapan kelurahan di Kapanewon Banguntapan.

Panewu Banguntapan I Nyoman Gunarsa saat membuka kegiatan itu berharap masyarakat akan terbuka wawasannya, dan berhati-hati terhadap produk baru fintech (financial technologi) berupa pinjaman online atau pinjol .

Baca juga: Jangan Sampai Ketipu! Ini Daftar Pinjol Resmi dan Berizin di OJK per Maret 2022

Dalam kesempatan itu, RM Wibisono yang merupakan tokoh masyarakat mengapresiasi kerjasama antara Jajaran Kapanewon Banguntapan, OJK (Otoritas jasa Keuangan) dan IMAF (Institute Management And Finance) Yogyakarta, dalam mengedukasi masyarakat terkait salah satu produk fintech berupa pinjaman online (Pinjol) yang sedang booming saat ini.

Dengan adanya acara ini, ia  berharap masyarakat bisa lebih waspada dalam mengakses pinjaman online yang hari ini sangat mudah diakses melalui layanan smartphone.

Ia pun meminta masyarakat untuk memastikan selalu kelengkapan dan kebenaran informasi dari identitas perusahaan.

"Ciri-ciri atau modus penipuan pinjol via SMS biasanya berasal dari nomor umum tidak dikenal yang terdiri atas digit yang banyak. Sementara, umumnya SMS asli yang berasal dari masing-masing operator terdiri sekitar 3-6 digit angka saja," bebernya.

Selanjutnya, RM Wibisono meminta masyarakat juga harus memastikan bahwa perusahaan pinjaman online yang akan diajukan pinjaman terdaftar dan diawasi OJK .

Menurut dia, di balik kemudahan pinjaman online itu, ada ancaman bunga yang sangat tinggi serta proses penagihan di luar batas kewajaran apabila peminjam terlambat atau tidak mampu memenuhi kewajibannya membayar cicilan pinjaman.

Baca juga: OJK Perketat Perizinan P2P Lending Demi Tekan Korban Pinjol

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved