Magelang

Kronologi Awal Munculnya Buih Misterius di Aliran Sungai Gandekan Magelang

Artikel ini tentang buih misterius di aliran sungai Gandekan Kota Magelang, diduga adalah pencemaran air yang membuat ikan mati

Tribunjogja.com | Nanda Sagita
Diduga Terkena Pencemaran Limbah, Petani Ikan di Kota Magelang Kehilangan Ribuan Ekor Ikan Siap Panen, Jumat (15/07/2022). 

Adapun, ia melanjutkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai tindakan atas kejadian ini.

"Sementara ini , kami menghubungi pihak terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan hidup. Jadi, ini mungkin proses terkait dengan limbahnya sudah kewenangan dari DLH. Terkait dengan kelurahan kami sudah berkoordinasi dengan pendamping kelompok petani ikan dari dinas pertanian untuk mendata kerugian. Kami juga meminta
yang bisa diselamatkan, untuk diselamatkan. Jadi, ada bebrapa ikan yg kecil-kecil masih hidup mudah-mudahan bisa bertahan,"tuturnya.

Sementara itu, ia mengatakan, jika dirunut memang arah dugaan pencemaran limbah berasal dari aliran sungai Gandekan. Namun, untuk lokusnya belum bisa
ditentukan.

"Kalau kami runut ya memang arahnya sepanjang aliran sungai Gandekan, namun kalau titik lokusnya kami belum tau. Karena bukan, kami yang berwenang
menyampaikan. Kita tungu hasil investigasinya seperti apa, karena selain peternakan, persawahan warga juga ada yamg terdampak,"urainya.

Peternak ikan

Peristiwa diduga terjadinya pencemaran limbah di aliran sungai Kali Gandekan di Kelurahan Tidar Selatan, Kota Magelang berdampak pada peternak ikan di sekitarnya.

Sati di antaranya, Sarju Surjadi (65) warga Tidar Krajan, RT 02 RW 09, Tidar Utara, Kota Magelang. Ia harus pasrah kehilangan sekitar 3000 ribu ekor ikan ternakannya.

"Itu hitungannya kan kolam, saya kan ada empat kolam. Ikannya ada gurame sekitar 500 ekor dengan bobotnya gurame 1 kg. Nila sekitar 755 ekor, umurnya sekitar 2 minggu. Lalu, Lele sekitar 2500 ekor siap panen bulan depan. Total kerugian itu saya bilang sekitar 6 jutaan,"ujarnya saat ditemui dikediamannya pada Jumat (15/07/2022).

Ia menambahkan, diketahui ikan mulai terkena pencemaran sekitar pukul 14.00 WIB, kemarin. Awalnya ikan lemas, lalu pada sekitar pukul 19.30 WIB pada hari yang sama ikan bermatian.

Ia melanjutkan, kolam-kolam ikan yang terkena dugaan pencemaran limbah bukan miliknya saja. Ada sekitar 13 kolam ikan lainnya milik peternak yang juga terdampak.

"Jadi, kami ini tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan 'Patil Landep' itu ada sekitar 13 kolam, semua terdampak. Jadi, kalau digabung kan ikannya yang mati bisa lebih banyak,"ucapnya.

Sementara itu, ia menambahkan, atas kejadian ini pihaknya belum menerima uang ganti rugi. Namun, pihak kedinasan terkait sudah melakukan pendataan terhadap kelompok petani itu.

"Dari dinas sudah datang dari pagi tadi. Ibu lurah sama orang kecamatan juga ke sini,"urainya. ( Tribunjogja.com | Nanda Sagita )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved