Magelang

Kronologi Awal Munculnya Buih Misterius di Aliran Sungai Gandekan Magelang

Artikel ini tentang buih misterius di aliran sungai Gandekan Kota Magelang, diduga adalah pencemaran air yang membuat ikan mati

Tribunjogja.com | Nanda Sagita
Diduga Terkena Pencemaran Limbah, Petani Ikan di Kota Magelang Kehilangan Ribuan Ekor Ikan Siap Panen, Jumat (15/07/2022). 

* Ribuan Ikan di Sungai dan Milik Peternak Mati

Ribuan ikan yang berada di aliran sungai Gandekan di Kelurahan Tidar Selatan, Kota Magelang mati. Ikan mati juga menimpa perternak ikan yang menggunakan aliran air pada tambaknya. Pantauan Tribunjogja.com, sepanjang aliran sungai Kali Gandekan di Kelurahan Tidar Selatan, Kota Magelang dipenuhi buih-buih berwarna putih, dugaan awal itu adalah pencemaran limbah.

Sarju Surjadi (65), warga Tidar Krajan, RT 02 RW 09, Tidar Utara, Kota Magelang saat memperlihatkan ikan ternaknya yang mati, Jumat (15/07/2022).
Sarju Surjadi (65), warga Tidar Krajan, RT 02 RW 09, Tidar Utara, Kota Magelang saat memperlihatkan ikan ternaknya yang mati, Jumat (15/07/2022). (Tribun Jogja/ Nanda Sagita Ginting)

AKIBAT buih-buih putih yang mirip dengan busa itu, disinyalir membuat ikan-ikan yang berada di sungai mengapung dan mati. Nasib yang sama juga terjah di ada ikan-ikan yang berada di tambak warga yang aliran air utamanya berasal dari sungai tersebut.

Waluyo (58) warga Kampung Tidar Campur,Tidar Selatan, Magelang Selatan mengatakan, awal diketahui buih-buih putih mengalir di Kali Gandekan pada Kamis (14/07/2022) sore, setelah ba'da Ashar.

Bersamaan, ikan-ikan kecil dari dalam sungai bermunculan ke permukaan dalam keadaan mati.

"Sejak kemarin sore (Kamis) setelah ashar. Itu sudah banyak ikan yang kecil-kecil mati dialiran sungai,"tuturnya saat ditemui di area lokasi Kali Gadekan, Kelurahan Tidar Selatan, Kota Magelang, Jumat (15/07/2022).

Penampakan buih-buih berwarna putih di Kali Gandekan yang ada di Kelurahan Tidar Selatan, Kota Magelang, Jumat (15/7/2022).
Penampakan buih-buih berwarna putih di Kali Gandekan yang ada di Kelurahan Tidar Selatan, Kota Magelang, Jumat (15/7/2022). (Tribun Jogja/ Nanda Sagita Ginting)

Ia mengatakan, kemudian para warga yang memiliki kolam-kolam ikan yang dialiri dari Kali Gandekan melaporkan ikannya pada mati.

"Ini, itukan banyak warga yang punya belumbang (kolam) ikan itu kan banyak. Ya langsung reaksi ambilin itu iwak- iwak itu (ikannya). Pokoknya, yang kena aliran sungai ini mati semua,"ujarnya.

Lurah Tidar Selatan, Tenny Iis Mulyadi mengatakan, pihaknya menerima info kejadian ikan peternak bermatian sekitar pukul 19.30 WIB malam, kemarin.

"Kami terima info itu dari setengah tujuh malam kemarin. Jadi, ada info dari warga ikan pada mati semua. Lalu, ada buih di sungai, kalau kita kan sungai kali Gandekan, itu panjangnya dari Beringin 7, Campur, hingga Salakan. Kami ke lolasi untuk berkomunikasi dengan warga, jadi memang ikan-ikan yang ada di area Tidar Campur, Salakan dan Sawe terdampak semuanya,"ujarnya.

Ia menambahkan, adapun warganya yang terkena dampak dari adanya dugaan pencemaran limbah yakni salah satu kelompok petani ikan gabungan dari Kampung Tidar Sawe dan Kampun Tidar Campur. Lalu, beberapa warga yang memiliki kolam pemancingan juga terdampak

"Karena, laporan itu kita cek memang ada buih. Cairan itu mengenai ikan secara langsung,"terangnya.

Sementara itu, ia melanjutkan, jumlah ikan yang mati akibat dampak dugaan pencemaran air sungai masih dalam pendataan

"Ini baru di data, sampai dengan saat ini. Pagi ini barusan, kami keliling baru dicatat dinas pertanian juga. Karena, memang ada kelompok petani ikan yang terdampak,"ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved