Berita Sleman Hari Ini
Pandemi Belum Usai, Warga di Sleman Diminta Tetap Pertahankan Masker
Selain mempertahankan masker, masyarakat diminta agar mengakses vaksin booster untuk meningkatkan imunitas atau antibodi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman , Cahya Purnama, meminta warga di Bumi Sembada tetap mempertahankan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker .
Hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo yang meminta warga menggunakan kembali masker di dalam dan luar ruangan.
"Ya, karena secara nasional memang terjadi kenaikan kasus Covid-19 . Sehingga prokes terutama memakai masker agar tetap dipertahankan karena pandemi belum usai," kata Cahya, Senin (11/7/2022).
Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Sleman saat ini 115 kasus.
Baca juga: Update Covid-19 di DI Yogyakarta 11 Juli 2022 : Tambah 29 Kasus Positif
Jumlah ini sedikit meningkat dibanding beberapa waktu sebelumnya, yang pernah turun di angka 51 kasus.
Selain mempertahankan masker, Cahya juga meminta masyarakat agar mengakses vaksin booster untuk meningkatkan imunitas atau antibodi.
Terlebih sekarang telah muncul varian BA4 dan BA5.
"Lokasi vaksin booster di Sleman ada setiap Sabtu-Minggu di SCH. Kemudian di faskes untuk reguler," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman dr Khamidah Yuliati mengatakan, kasus Covid-19 di Sleman bersifat fluktuatif.
Baca juga: Instruksi Presiden Jokowi Soal Covid-19, Minta Warga Kembali Pakai Masker di Dalam dan Luar Ruangan
Kadang naik dan turun.
Pihaknya meminta masyarakat agar vaksin booster.
Karena capaian vaksin dosis ketiga ini di Sleman masih cukup rendah yaitu di angka 38,03 persen dibanding vaksin dosis satu 101,2 persen dan dosis dua 94,1 persen.
Masih rendahnya minat masyarakat vaksin booster ini karena sejumlah faktor.
Satu di antaranya, "karena memang animo yang masih rendah dan belum menjadi kebutuhan," kata dia.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/virus-corona-jadi-pandemi-global-pakai-sarung-tangan-justru-menambah-risiko-infeksi-covid-19.jpg)