PIM Yogyakarta

PSIM Yogyakarta Tak Pernah Menang dan Cetak Gol di Tiga Uji Tanding Selevel

PSIM Yogyakarta tak pernah meraih kemenangan bahkan mirisnya tak sekalipun mencetak satu gol pada rangkaian uji tanding selevel.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Rina Eviana
Dok PSIM Yogyakarta
Gelandang PSIM Yogyakarta, Ahmad Baasith dibayangi ketat pemain Semen Padang pada uji tanding di Jakarta, Kamis (7/7) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM- Juru taktik PSIM Yogyakarta, Imran Nahumarury tampaknya punya pekerjaan rumah yang besar jelang bergulirnya kompetisi Liga 2 2022. Bagaimana tidak? klub berjuluk Laskar Mataram tak pernah meraih kemenangan bahkan mirisnya tak sekalipun mencetak satu gol pada rangkaian uji tanding selevel yang sudah dilakoni.

Pada uji tanding selevel pertama kontra Persiba Balikpapan, PSIM dipaksa takluk dengan skor 0-2. Uji tanding selevel kedua, PSIM kembali mengalami kekalahan tipis 0-1 dari FC Bekasi City. Teranyar, klub kebanggaan Brajamusti dan The Maident ini harus puas bermain imbang tanpa gol di Jakarta, Kamis (7/7), yang berarti barisan penyerang Laskar Mataram tak mampu menunjukkan tajinya dalam tiga uji tanding yang dilakoni.

Kendati belum meraih kemenangan dalam tiga uji tanding, Imran menilai anak asuhnya telah menunjukkan progres meskipun belum 100 persen. Secara khusus Imran memberikan sorotan pada tiga hal yang akan jadi bahan evaluasi ke depan.

"Tiga poin penting kami dapatkan, pertama bagaimana saat kehilangan bola harus bisa merebut bola. Yang kedua zona zero, artinya tidak boleh buat pelanggaran di depan area box. Yang terakhir adalah bagaimana orang ketiga ini nongol, muncul. Jadi perubahan sudah ada meskipun belum 100 persen, masih banyak yang harus saya lakukan untuk tim ini,"  ungkap Imran dalam pernyataan tertulis klub.

Banyak hal yang harus dievaluasi tim pelatih saat kembali ke Yogyakarta dan menurut Imran akan diurai satu per satu dengan proses. Pelatih asal Tulehu ini menegaskan bahwa PSIM akan memiliki banyak cara bermain menyesuaikan lawan yang dihadapi dalam kompetisi nanti.

Lini per lini baik depan, tengah dan belakang masih menjadi sorotan tim pelatih. Imran pun mengakui finishing timnya belum maksimal karena mereka belum berlatih ke tahapan tersebut.

Baca juga: Hampir Sepekan TC di Jakarta, PSIM Yogyakarta Dilanda Badai Cedera Pemain

"Kalau dari kaca mata pelatih kerjasama antar lini sudah bagus, tapi balik lagi masih banyak yang harus kita perbaiki dari tim ini. Sekali lagi, saya step by step, sama halnya dengan ketika saya latih tim sebelumnya. Pulang ke Jogja kita akan perbaiki kelemahan kita saat tour Jakarta. Kita sudah berbicara tactical semuanya, karena nanti kita akan bermain dengan taktik yang berbeda dengan lawan berbeda. Tentu kita akan evaluasi apa kekurangan kita," ujar Imran.

Adapun pada rangkaian uji tanding yang sudah dilakoni, PSIM Yogyakarta turut diperkuat gelandang bertahan asal Kaitetu, Leihitu, Maluku Tengah yakni Izmy Yaman Hatuwe. 

Izmy Yaman Hatuwe sebelumnya tercatat membela kontestan Liga 1 yakni Persikabo 1973. Selain beroperasi sebagai gelandang bertahan, Izmy Yaman Hatuwe juga bisa menempati posisi full back. Tampaknya, tinggal menunggu waktu untuk memperkenalkan pesepak bola 26 tahun tersebut, sebagai rekrutan teranyar Laskar Mataram.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved