Berita Klaten Hari Ini

Peringati Harganas, Bupati Klaten Sri Mulyani Ajak Warga Ambil Peran Atasi Stunting

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan komitmen bersama penanganan stunting

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ ALMURFI SYOFYAN
Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat menyerahkan piala dan sertifikat bagi sejumlah bidan dan kader yang ikut berperan dalam pencegahan stunting di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (7/7/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 yang dipusatkan di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (7/7/2022).

Pada pelaksanaan Harganas tersebut, Bupati Klaten, Sri Mulyani mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan komitmen bersama untuk percepatan penanganan stunting di Kabupaten Bersinar.

Meski saat ini, angka stunting di Klaten sudah berada di peringat 6 di Jawa Tengah, namun ia optimis angka tersebut bisa diturunkan lagi jika semua stakeholder dan warga saling bahu-membahu.

"Kita Kabupaten Klaten, walau berada di nomor enam dalam stunting, tetapi kita harus menolkan angka stunting kita dengan kerja keras bersama," ujar Bupati Klaten, Sri Mulyani pada kegiatan tersebut.

Sri Mulyani mengatakan, momentum Harganas sangat penting dan strategis guna membuka nurani keluarga dalam membuka peran masing-masing anggota keluarga dalam komunikasi yang harmonis.

"Keluarga mampu menjadi pengawas dalam mensosialisasikan pencegahan program-program stunting, mulai dari pola hidup sehat hingga pemberian asupan makannya yang sehat dan bergizi," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DissosP3APPKB), Much Nasir, menambahkan Harganas tahun 2022 memiliki tema penurunan angka stunting.

Untuk Klaten sendiri, pada Harganas juga terdapat 3 penghargaan yang didapat di tingkat nasional, yakni Juara III Nasional lomba kreasi menu bergizi Dapur Sehat Atasi Stunting oleh Kampung KB Desa Kuncen, Kecamatan Ceper (Penerima Ria Sholeha).

Kemudian, penghargaan Wira Karya Kencana (WKK) tingkat nasional pada fasilitas kesehatan KB Klinik "Sang Timur" (Penerima Juda Julia) dan Penghargaan Dharma Karya Kencana (DKK) tingkat nasional kepada mitra kerja program bangga kencana Muslimat NU (Penerima Fitria).

"Kasus stunting kita sebenarnya berada di angka enam terendah di Jawa Tengah. Angkanya di sekitar 15,8 persen di bawah provinsi yang angkanya 20 persen. Ini cambuk bagi kita untuk semakin menurunkan," katanya.

Ia menjelaskan, beberapa program yang dilakukan guna mengawal penurunan kasus stunting yakni dengan melakukan pendamping bagi calon pengantin (catin) dan ibu hamil.

"Kita sudah kerjasama dengan masing-masing KUA dengan menggunakan aplikasi untuk memantau kesiapannya," akunya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved