Berita Gunungkidul Hari Ini

Kejari Gunungkidul Sosialisasikan Penegakan Hukum Berdasarkan Keadilan Restoratif

Keadilan restoratif merupakan sebuah pendekatan bertujuan untuk mempertimbangkan suatu kejahatan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Istimewa
Seminar Kebangsaan tentang Penegakan Hukum Berdasarkan Keadilan Restoratif yang digelar Kejaksaan Negeri Gunungkidul pada Kamis (07/07/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul mengenalkan penegakan hukum berdasarkan keadilan restoratif (Restorative Justice).

Sosialisasi dilakukan lewat Seminar Kebangsaan yang berlangsung pada Kamis (07/07/2022).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejari Gunungkidul, Guntur Triyono, mengatakan prinsip keadilan restoratif kian diperkuat dengan hadirnya Peraturan Jaksa Agung RI Nomor 15/2020.

"Peraturan ini berisi tentang Penghentian Tuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif," jelas Guntur.

Menurutnya, keadilan restoratif merupakan sebuah pendekatan bertujuan untuk mempertimbangkan suatu kejahatan.

Prosesnya bertumpu pada pertemuan antara korban dan terdakwa yang terlibat dalam suatu kasus.

Guntur mengatakan prosesnya memperhatikan kebutuhan korban, pengakuan tentang kerugian dan kekerasan, hingga reintegrasi pihak-pihak terkait ke dalam masyarakat.

Para pelaku atau terdakwa juga didorong untuk tetap bertanggungjawab atas perbuatannya.

"Selain melibatkan pihak terkait, proses ini juga bisa melibatkan perwakilan masyarakat umum," ujarnya.

Guntur menilai peraturan tentang pendekatan keadilan restoratif sudah dinanti sejak lama.

Pasalnya proses penegakan hukum legalistik-formal yang selama ini diterapkan, dinilai jauh dari rasa keadilan.

Penegakan hukum selama ini juga masih memegang prinsip Keadilan Retributif, di mana hanya bertumpu pada penghukuman untuk pelaku tindak pidana.

Pendekatan ini dinilai tidak lagi sesuai dengan perkembangan saat ini.

"Sehingga prinsip keadilan restoratif bisa lebih memenuhi untuk mewujudkan keadilan dan kemanfaatan hukum," kata Guntur.

Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, yang hadir dalam seminar juga menilai keadilan restoratif sebagai pendekatan hukum yang tepat.

Sebab keadilan lebih dikedepankan baik bagi korban mau terdakwa sebuah kasus.

Upaya penerapan pun sudah diinisiasi dengan ditetapkannya Kalurahan Bedoyo, Ponjong sebagai percontohan keadilan restoratif.

Ia berharap penerapannya bisa diikuti oleh kalurahan lain di Gunungkidul.

"Ini jadi semangat bagi masyarakat juga dalam mewujudkan hak peradilannya dengan," kata Heri.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved