Berita Klaten Hari Ini

Kisah Perajin Besek di Bero Klaten, Tetap Eksis di Tengah Gempuran Kantong Kresek

Kampanye ramah lingkungan yang mulai digaungkan oleh sejumlah kalangan membawa berkah tersendiri bagi perajin besek.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ ALMURFI SYOFYAN
Seorang perajin besek saat menunjukkan keahliannya membuat anyaman bambu tersebut di Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (6/7/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Almurfi Syofyan

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN -  Kerajinan tangan anyaman bambu berupa wadah atau besek yang dibuat oleh perajin di Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ternyata masih tetap eksis.

Padahal dalam beberapa waktu ini tak sedikit warga yang beralih ke kantong kresek dan wadah plastik lainnya untuk membawa serta menyimpan makanan atau minuman karena lebih praktis.

Kendati demikian, kampanye ramah lingkungan yang mulai digaungkan oleh sejumlah kalangan membawa berkah tersendiri bagi perajin besek.

Terutama saat momen-momen tertentu seperti resepsi pernikahan dan menjelang hari raya Idul Adha 1443 Hijriah.

Besek yang dibuat oleh ratusan perajin yang berada di Desa Bero laris manis di pesan oleh pelanggan.

Tak hanya dari Klaten, luar Klaten pun berbondong-bondong membeli wadah anyaman bambu untuk tempat daging kurban, nasi berkat hingga wadah untuk jualan tape.

Seorang perajin besek di Desa Bero, Lilis Istiqomah (37) mengatakan menjelang masuknya Idul Adha 1444 Hijriah peningkatan pesanan besek mencapai 50 persen dari hari biasanya.

"Kalau hari normal hanya 300 besek yang dipesan. Ini jelang Idul Adha sampai 600 besek per hari," ujarnya saat TribunJogja.com temui di rumahnya, Rabu (6/7/2022).

Menurut Lilis, tingginya permintaan besek karena wadah anyaman bambu itu ramah lingkungan dan bentuknya yang cukup unik.

Kemudian, harganya juga tergolong murah. Lilis bahkan hanya mematok Rp1.700 untuk satu buah besek ukuran 25x25 sentimeter

Ukuran tersebut mampu menampung makanan atau daging kurban seberat 2 kilogram.

Ia menjelaskan, naiknya permintaan besek menjelang hari raya Idul Adha bukan hanya dia yang merasakan.

Para perajin lainnya yang ada di desa itu juga ketiban rezeki dan membuat besek tetap eksis di tengah gempuran kantong kresek.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved