Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim: Pengobatan Tradisional di Puskesmas Bantul Sudah Diterapkan Sejak 2019

Bupati Bantul Abdul Halim Muslich mengatakan, sejak 2019, Pemkab Bantul berupaya memperbanyak layanan kesehatan dengan sistem pengobatan tradisional.

Editor: Agus Wahyu
TRBUNJOGJA.COM/SANTO ARI
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menunjukkan jamu yang diterapkan dalam pengobatan tradisional di puskesmas-puskesmas Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslich mengatakan, sejak 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berupaya memperbanyak layanan kesehatan dengan sistem pengobatan tradisional di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dan tahun ini, sudah ada 12 Puskesmas yang memberikan layanan pengobatan tradisional tersebut

“Kami sudah mulai mengembangkan integrasi layanan kesehatan tradisional empiris di masyarakat dengan pelayanan kesehatan konvensional. Di samping itu, mereka meningkatkan diversifikasi produk dan khasiat jamu. Karenanya, kami terus berupaya meningkatkan nilai keekonomian jamu di Kabupaten Bantul," papar Bupati Abdul Halim, Selasa (5/7/2022).

Abdul Halim mengakui, pemkab mendorong Puskesmas untuk melakukan pengembangan yang telah mengintegrasikan pelayanan kesehatannya dengan kesehatan atau sistem pelayanan kesehatan tradisional.

“Wujudnya dengan pengembangan pengobatan ramuan jamu, pengembangan pelayanan akupuntur, dan pengembangan pelayanan meditasi. Sehingga, pengembangan jamu tradisional sudah masuk layanan di puskesmas-puskesmas,” ucap Bupati Halim.

"Selain itu, kami juga mendorong adanya diversifikasi produk pengembangan jamu, sehingga produknya lebih variasi, lebih mudah diterima pasar dan lebih higienis," sambung Halim.

Dijelaskan Bupati Bantul, jamu menjadi inovasi layanan publik yang memiliki dua efek melalui program Seroja (Sehat Ekonomi Meningkat Karo Jamu/Sehat Ekonomi Meningkat Dengan Jamu).

“Jamu akan memberi dampak dua hal, yaitu kesehatan dan juga ekonomi. Empat wilayah yang sekarang, sudah ada industri jamu rumahan, diantaranya Kiringan Kalurahan Canden Kapanewon, Kalurahan Argomulyo Kapanewon Sedayu, Kalurahan Srimulyo Kapanewon Piyungan dan beberapa dusun di Kapanewon Sewon. Semua itu disiapkan untuk industrialisasi," tandas orang nomor satu di Bantul. (ayu)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA
    Komentar

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved