Alasan Netizen Juluki Babarsari Jadi Gotham City Hingga Trending di Twitter

Nama Babarsari yang terletak di Kelurahan Catur Tunggal Depok Sleman ini diubah netizen menjadi Babarsari Gotham City karena sering ricuh

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Petugas polisi Berjaga di Seturan, Caturtunggal, Depok Sleman menyusul terjadinya serentetan kerusuhan di kawasan tersebut. 

Tribunjogja.com - Belakangan ini Babarsari menjadi sorotan publik setelah mencuat lagi kasus kerusuhan antarkelompok pemuda dalam beberapa hari ini.

Hingga nama Babarsari Gotham City pun kini menjadi viral di media sosial.

Tagar Babarsari hingga Babarsari Gotham City nangkring di trending topic Twitter.

Ya, di Google Map, nama Babarsari yang terletak di Kelurahan Catur Tunggal Depok Sleman ini diubah netizen menjadi Babarsari Gotham City.

Ruko rusak dan sejumlah motor Terbakar di Babarsari
Ruko rusak dan sejumlah motor Terbakar di Babarsari (TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin)

 

Berdasarkan pantauan Tribunnews, hingga pagi ini topik 'Babarsari' masih trending di Twitter dengan mencapai lebih dari 28,6 ribu cuitan.  

Karena aksi kerusuhan tersebut, warganet menyebut Babarsari mirip Gotham City

"Got this from my Dad. Ya Allah... Babarsari Gotham City (again). Stay safe everyone," tulis akun @skripsw***.

"The Babarsari Gotham City," tulis akun @hampirmerd***.

Julukan Babarsari Gotham City itu mencuat lantaran wilayah itu merupakan wilayah di Sleman  sering terjadi konflik berujung bentrok.

Seperti contohnya pada tahun 2018 yang sempat ramai tawuran antar kelompok Papua dan Ambon yang dipicu keributan di sebuah kafe. 

Seperti yang dilansir Tribunnews, pada Mei 2020 lalu juga terjadi kisruh antara driver ojek online dengan Debt Collector di Babarsari

Sementara Gotham City atau Kota Gotham merupakan kota fiksi yang muncul di komik-komik DC. Kota itu terkena sebagai rumah dari superhero Batman, teman terdekat hingga musuhnya.

Baca juga: PESAN Damai Sri Sultan Hamengku Buwono X soal Bentrok Antarkelompok di Babarsari, Sleman, Yogyakarta

Kota itu pertama kali diidentifikasi sebagai rumah Batman di edisi tahun 1940.

Kota Gotham secara tradisional digambarkan terletak di negara bagian New Jersey, AS. Tampilan dan suasana Gotham terutama dipengaruhi oleh New York City.

Co-creator Batman Bill Finger memilih nama ‘Gotham’ sehingga penduduk kota mana pun dapat mengidentifikasikannya.

Lokasi yang digunakan sebagai inspirasi atau lokasi syuting Gotham City dalam film live-action Batman dan serial televisi termasuk Chicago, Pittsburgh, Los Angeles, New York City, Newark, London, Glasgow, Hong Kong dan Liverpool.

Dalam komik itu, Gotham City digambarkan sebagai tempat dengan tingkat kejahatan yang tinggi. Mafia juga bersarang di situ, begitupun dengan orang-orang jahat.

Mengenal Gotham City Tempat Batman Beraksi yang Disebut Mirip dengan Babarsari
Mengenal Gotham City Tempat Batman Beraksi yang Disebut Mirip dengan Babarsari (IMDb)

Tingkat korupsi di kota tersebut begitu tinggi hingga menyebabkan orang-orang enggan tinggal di situ.

Meski demikian, Gotham merupakan rumah bagi beberapa bisnis dan perusahaan penting seperti Wayne Enterprises.

Kota itu memiliki populasi 1,6 juta orang.

Kejahatan, korupsi, dan kemiskinan di Gotham tersebar luas hingga dianggap sebagai semacam kota hantu yang tidak pernah dibicarakan siapa pun.

Pihak kepolisian dari tingkat paling bawah sampai atas di Gotham sudah disusupi oleh sindikat kejahatan. Ditambah, banyak masyarakat yang melakukan tindakan kriminal demi melanjutkan hidup.

Keadaan itu membuat Gotham City menjadi kota yang kelam. Harga properti jatuh, tidak ada usaha yang bisa berkembang di Gotham.

Di Gotham, ada juga suaka yang bernama Arkham Asylum, tempat bagi para kriminal yang menderita karena penyakit mentalnya.

Para pasien di Arkham Asylum sangat berbahaya. Konon kabarnya, pasien di sana adalah meta-human.

Keadaan di Babarsari mungkin tidak seburuk di Gotham City juga. Namun, ketika ada kerusuhan di Babarsari pasti diberi nama Gotham City oleh warganet.

Baca juga: Penjelasan Polda DIY serta Pernyataan Sri Sultan HB X soal Perusakan dan Bentrokan di Babarsari

Penyelesaian Konflik Babarsari

Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabinda DIY), Brigjen Pol Andry Wibowo telah bertemu sejumlah tokoh untuk ikut menyelesaikan kasus kericuhan di Seturan-Babarsari.

Seperti diwartakan, sejak Sabtu (2/7/2022), terjadi sejumlah kericuhan yang melibatkan kelompok massa.

Kericuhan itu dipantik kasus dugaan penganiayaan yang menimbulkan korban.

Terhadap korban yang kini tengah dirawat di rumah sakit, Brigjen Pol Andry Wibowo meminta kepada pemerintah untuk melakukan mitigasi kesehatan.

“Apa itu mitigasi kesehatan yaitu korban harus mendapat perawatan dan semua biaya ditanggung pemerintah,” kata Kabinda yang juga dikenal sebagai pelopor gerakan vaksinasi Covid-19 di DIY ini.

Pemkab Sleman pun menyanggupi untuk menanggung biaya pengobatan para korban.

Selanjutnya, Andry Wibowo meminta pihak yang bertikai untuk melakukan cooling down sosial, dan ini disanggupi oleh para tokoh dari kelompok tersebut untuk menasihati massa.

“Di sini pendekatan sosial menjadi penting, dekati kelompok yang bertikai, diajak ngobrol, sambil berproses hingga semua bisa hidup rukun,” paparnya, Selasa (5/7/2022).

Sementara untuk pelaku kekerasan, harus ditindak tegas, hukum tetap dijalankan dan biarkan hukum yang bicara.

“Jadi tokoh-tokoh ini punya tugas masing-masing, menjaga masing-masing pihak, ikut melakukan upaya proses penegakan hukum, dan pencegahan pertikaian lanjutan,” jelas Andry Wibowo.

Kemudian Andry Wibowo meminta kepada para tokoh tersebut untuk kembali menghidupkan wadah masyarakat perantauan, sehingga ketika terjadi problem-problem menyangkut mereka, bisa diselesaikan dengan baik.

Di sisi lain, Andry Wibowo meminta pemerintah daerah untuk mendalami, mempelajari dan membuat aturan tentang sanksi sosial.

“Di sepakbola itu, kalau melanggar aturan dalam stadion, tidak boleh ada penonton, tidak boleh masuk stadion. Nah pemerintah juga harus bikin aturan untuk menjaga kerukunan masyarakat, ada sanksi sosial juga, biar ikut menjaga,” ungkapnya.

“Yogya harus jadi daerah toleran, ini kota sejarah lahirnya bangsa dan nilai historis jogja harus dijaga, menjaga kemerdekaan, kita semua harus ambil bagian,” pesannya.

Terakhir, Andry Wibowo berhadap ada tindakan tegas terhadap pelaku, yakni dikejar, amankan dan periksa.

Kemudian perlu ada Satgas yang berpatroli untuk menjaga daerah agar terus damai. (Tribunnews/Tribunjogja)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved