MUI: Vaksin Covid-19 Cansino China Hukumnya Haram karena Mengandung Sel Ginjal Embrio Bayi Manusia

Berdasarkan hasil uji MUI, vaksin tersebut mengandung sel tubuh manusia. Oleh karenanya, MUI melalui fatwanya menyatakan vaksin dengan nama produk

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Spencer Davis from Pixabay
Ilustrasi Vaksin Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM - Vaksin Covid-19 produk Cansino hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (juz'minal insan) yaitu sel yang berasal dari ginjal embrio bayi manusia. 

Pernyataan itu diungkapkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) lewat fatwa terkait penggunaan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh CanSino Biologics Inc asal China.

Berdasarkan hasil uji MUI, Vaksin Cansino mengandung sel tubuh manusia. Oleh karenanya, MUI melalui fatwanya menyatakan vaksin dengan nama produk CanSino tersebut haram.

"Vaksin Covid-19 produk Cansino hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (juz'minal insan) yaitu sel yang berasal dari ginjal embrio bayi manusia," demikian pernyataan Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (3/7/2022).

Rekomendasi MU untuk pemerintah

Berkaitan dengan fatwa itu, MUI mengeluarkan rekomendasi untuk pemerintah, Tribun Jogja mengutip laporan Tribunnews.

Ada beberapa poin rekomendasi yang dikeluarkan yakni:

1. Pemerintah harus memprioritaskan penggunaan vaksin Covid-19 yang halal semaksimal mungkin, khususnya untuk umat Islam.

2. Pemerintah perlu mengoptimalkan pengadaan vaksin Covid-19 yang tersertifikasi halal.

3. Pemerintah harus memastikan vaksin Covid-19 lain yang akan digunakan agar disertifikasi halal dalam kesempatan pertama guna mewujudkan komitmen pemerintah terhadap vaksinasi yang aman dan halal.

4. Pemerintah harus menjamin dan memastikan keamanan vaksin yang digunakan.

5. Pemerintah tidak boleh melakukan vaksinasi dengan vaksin yang berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan terpercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan (dlarar).

6. Mengimbau kepada semua pihak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, istighasah dan bermunajat kepada Allah SWT.

"Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari memerlukan perbaikan akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya," lanjut Hasanuddin.

Sebagai informasi, penetapan terkait dengan fatwa soal vaksin Covid-19 Cansino ditetapkan oleh MUI pada 7 Februari 2022.

MUI juga meminta kepada seluruh umat Islam untuk dapat menyebarluaskan informasi tersebut.

"Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, mengimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini," tutup fatwa tersebut.

(*/ )

Artikel tayang di https://www.tribunnews.com/corona/2022/07/03/ada-kandungan-sel-embrio-bayi-mui-nyatakan-vaksin-covid-19-cansino-produksi-china-haram-digunakan?page=all.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved