Nasional

Komentar Epidemiolog Soal Kebijakan Menarik Aturan Pemakaian Masker di Luar Ruangan: Sangat Tepat

Dicky Budiman menilai kebijakan pemerintah menarik kembali aturan melepas masker di luar ruangan merupakan langkah yang tepat.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Shutterstock
Penggunaan masker dobel untuk mencegah Covid-19. Pemerintah kembali menarik kebijakan aturan pemakaian masker di luar ruangan 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan pemerintah pusat memutuskan untuk menarik kembali kebijakan melepas masker di tempat terbuka setelah kasus Covid-19 mulai mengalami peningkatan lagi.

Tak hanya memutuskan untuk menarik kebijakan melepas masker di ruang terbuka, pemerintah juga meminta masyarakat untuk kembali tertib dalam melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah meluasnya penularan Covid-19.

"Protokol kesehatan tetap kita ketatkan, masker terutama ya, ada kenaikan terpaksa masker harus dipakai lagi. Jadi kelonggaran itu kita tarik dulu sampai nanti situasinya memungkinkan baru kita buka lagi," kata Ma'ruf di Universitas Nahdlatul Ulama NTB, Mataram, Jumat (1/7/2022) lalu seperti yang dikutip dari Kompas.ccom.

Menurut Wapres, kebijakan tidak memakai masker di luar ruangan bisa diterapkan kembali jika kondisi penularan Covid-19 di Tanah Air sudah terkendali lagi.

Untuk sementara, penerapan protokol kesehatan secara ketat menjadi langkah yang paling efektif dalam mencegah penularan Covid-19.

Sementara itu Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman menilai kebijakan pemerintah menarik kembali aturan melepas masker di luar ruangan merupakan langkah yang tepat.

"Ini keputusan yang sangat tepat ya dan tidak ada kata terlambat," ujar Dicky saat dihubungi Kompas.com, Minggu (3/7/2022).

Menurut Dicky, penggunaan masker di luar ruangan memang harus kembali digalakkan di tengah kenaikan kasus infeksi Covid-19.

Selain itu Dicky mengingatkan di India juga ditemukan varian turunan (subvarian) dari Covid-19 Omicron BA.2 yakni BA.275.

Menurut hasil riset itu, subvarian BA.275 mempunyai kecepatan sebaran 9 kali lipat dari subvarian BA.5.

Baca juga: Kebijakan Pelonggaran Penggunaan Masker Dicabut, Sekda DIY: Masyarakat Diimbau Kurangi Mobilitas

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved