AS Pasok 150 Ribu Amunisi Artileri ke Ukraina
Terbaru, Amerika Serikat akan mengirimkan 150 ribu butir amunisi artileri 155 milimeter ke Ukraina.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON - Dukungan Amerika terhadap Ukraina yang saat ini tengah berperang dengan Rusia tak perlu diragukan lagi.
Negara adidaya tersebut terus memberikan sokongan peralatan, terutama sistem persenjataan mutakhir untuk membantu Ukraina menghadapi Rusia.
Terbaru, Amerika Serikat akan mengirimkan 150 ribu butir amunisi artileri 155 milimeter ke Ukraina.
Dengan pasokan amunisi tersebut diharapkan bisa membantu Ukraina untuk menangkal serangan Rusia.
Tak hanya amunisi artileri 155 milimeter, Amerika Serikat juga alam mengirimkan dua sistem rudal NASAMS, empat radar kontra-artileri.
Total bantuan terbaru yang diberikan oleh AS ini mencapai 820 juta dolar AS.
Dengan tambahan ini, AS sudah membantu Ukraina senilai kurang lebih 7 miliar dolar AS.
Dikutip dari Tribunnews.com, Presiden AS, Joe Biden mengumumkan paket bantuan terbaru ini di hadapan para pemimpin NATO di Madrid, Spanyol.
Baca juga: Pernyataan Presiden Jokowi Setelah Bertemu Vladimir Putin di Tengah Situasi Perang Rusia Ukraina
Melansir dari Aljazeera, paket bantuan tersebut juga dilaporkan akan mencakup lebih banyak amunisi untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS).
Menurut The Associated Press, bantuan tambahan AS ini akan memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk sampai ke Ukraina.
AS berharap, bantuan terbarunya akan meningkatkan kekuatan pasukan Ukraina, disaat Rusia memperkuat serangannya dengan rudal jarak jauh yang telah menghancurkan kota-kota di Ukraina.
Rusia telah menjadikan provinsi Donetsk dan Luhansk yang terletak di Ukraina timur sebagai fokus serangannya, dan memaksa Kyiv untuk menyerah merebut kembali kendali mereka dari Rusia.
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu, total bantuan militer AS untuk Ukraina mencapai hampir 7 miliar dolar AS.
Invasi Moskow ke Ukraina telah menyebabkan kematian dan memaksa jutaan warga Ukraina mengungsi, serta memicu kertidakstabilan di pasar global dan rantai pasokan.
"Kami akan mendukung Ukraina selama itu diperlukan," kata Joe Biden pekan ini, pada konferensi pers dalam KTT NATO di Madrid, Spanyol.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan terima kasihnya kepada AS atas bantuan yang telah diberikan untuk negaranya.
“Saya sangat berterima kasih hari ini kepada Amerika Serikat dan kepada Biden secara pribadi atas paket dukungan untuk Ukraina yang diumumkan hari ini, yang mencakup NASAMS yang sangat kuat, sistem rudal anti-pesawat yang secara signifikan akan memperkuat pertahanan udara kami. Kami telah bekerja keras untuk persediaan ini,” kata Zelenskyy pada Jumat malam.
Sementara itu, AS telah menjadi penyumbang terbesar bagi Ukraina, dan negara-negara lain dilaporkan telah meningkatkan jumlah bantuannya untuk membantu Kyiv menghadapi serangan Rusia.
Turki telah mempersenjatai Ukraina dengan drone tempur Bayraktar TB2. Inggris tercatat memberikan bantuan lebih dari setengah miliar dolar AS, termasuk bantuan kendaraan lapis baja, rudal anti-tank, sistem pertahanan udara, roket dan bahan peledak.
Kanada juga memberikan bantuan kepada Ukraina sebesar 200 juta dolar AS sejak Februari lalu. Ukraina juga menerima bantuan dari negara-negara lain seperti Spanyol, Prancis, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Denmark, serta negara tetangganya, Polandia dan Slovakia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/klaim-ukraina.jpg)