Berita Bisnis Terkini

Tingkatkan Gizi Ibu, AVPN dan Pemimpin Filantropi Luncurkan Pooled Fund Sebesar USD 1 Juta

Dana gabungan ini bertujuan untuk mendukung solusi inovatif untuk meningkatkan Kesehatan dan Gizi bagi Ibu, Bayi Baru Lahir, dan Anak.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Ilustrasi 

Tribunjogja.com - AVPN , jaringan Investor Sosial terbesar di dunia yang aktif di Asia, telah mengumumkan putaran kedua Healthcare Pooled Fund, untuk memperkuat layanan kesehatan primer di Asia Tenggara.

Dana gabungan (pooled fund) sebesar USD 1 juta ini bertujuan untuk mendukung solusi inovatif untuk meningkatkan Kesehatan dan Gizi bagi para Ibu, Bayi Baru Lahir, dan Anak (Maternal, Newborn, Child Health and Nutrition / MNCHN) di Kamboja, Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

Dana ini diperoleh melalui komitmen dan dukungan dari empat pemimpin filantropi di Asia - Chevron, Johnson & Johnson Foundation, Quantedge Advancement Initiative, dan Vitol Foundation.

“Kemitraan adalah inti dari bisnis kami. Kami bekerja dengan pemangku kepentingan lokal, pemerintah, dan LSM untuk melengkapi keahlian guna melengkapi program komunitas kami, meningkatkan hasil, dan memperluas dampak yang dapat kami peroleh,” kata Nigel Hearne, President, Chevron Eurasia Pacific Exploration and Production melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com .

Baca juga: Johnson & Johnson Indonesia Tumbuhkan Kesadaran Bahaya Kanker Darah pada Lansia

“Kami berkomitmen untuk membantu mengurangi kemiskinan, mendorong peluang ekonomi dan sosial, dan mempersiapkan tenaga kerja masa depan di Asia-Pasifik.”

Menurut WHO, pengeluaran biaya kesehatan di Asia Tenggara ( persen dari Pengeluaran Kesehatan Saat Ini) adalah salah satu yang tertinggi di dunia.

Berkisar antara 34,8 persen (Indonesia) hingga 75,9 persen (Myanmar), sebagian besar orang di kawasan ini membelanjakan lebih banyak untuk perawatan kesehatan dibandingkan dengan rata-rata dunia sebesar 18,01 persen.

Beban ini berlipat ganda karena pandemi Covid-19 yang melumpuhkan sistem kesehatan dunia, khususnya di Asia Tenggara, berdampak negatif pada perawatan esensial untuk MNCHN.

Hal ini menyebabkan prevalensi malnutrisi, dengan perkiraan 1 dari setiap 2 anak di wilayah tersebut memiliki setidaknya satu defisiensi mikronutrien.

“Penelitian telah menunjukkan bahwa 1000 hari pertama kehidupan seorang anak sangat penting dan memiliki dampak yang signifikan pada potensi ekonomi dan sosial individu. Kami ingin mendukung organisasi yang melakukan pekerjaan luar biasa di MNCHN, untuk mendukung ibu yang rentan dan memastikan bahwa anak-anak mereka dapat memulai hidup yang sehat.” kata Tan Yan Ru, Vice-President of Programmes, Quantedge Advancement Initiative.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved