Magelang

Kasus Guru Tidak Tetap di Magelang Kirim Pesan Mesum ke Siswinya

Kasus seorang guru di sebuah Madrasah Aliyah (MA) di Magelang diduga melakukan pelecehan seksual kepada siswinya dengan mengirimkan chat mesum jadi pe

Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Penampakan poster-poster pelaku di sepanjang jalan menuju sekolah Madrasah Aliyah tersebut, Jumat (01/07/2022). 

Tribunjogja.com Magelang - Kasus seorang guru di sebuah Madrasah Aliyah (MA) di Magelang diduga melakukan pelecehan seksual kepada siswinya dengan mengirimkan chat mesum jadi perbincangan di media sosial.

Ilustrasi: Viral kasus oknum guru di Magelang kirim chat mesum ke siswi
Ilustrasi: Viral kasus oknum guru di Magelang kirim chat mesum ke siswi (net)

Kasus awalnya muncul setelah sejumlah korban mengunggah pengakuan lewat platform media sosial yang berisi pesan mesum itu.

Kepala Sekolah MA tersebut, HDO, saat dikonfirmasi tribunjogja.com membenarkan atas kejadian itu.

Ia mengatakan, pelaku merupakan guru pelajaran matematika berinisial RN yang berstatus guru tidak tetap (GTT).

"Guru itu sudah mengakui yang dari chat itu, iya (mengakui). Catatannya di sini (sambil menunjuk surat berita acara klarifikasi) semua ada. Informasinya, guru itu sudah mengajar dari 2016," ujar Kepala Sekolah tersebut, Jumat (01/07/2022).

Atas adanya kejadian yang sempat viral ini, ia mengaku, sudah melakukan tindakan lebih lanjut untuk menangani kasus ini.

Di antaranya, memberhentikan pelaku dari sekolahnya serta memberikan klarifikasi kepada orangtua dan korban.

"Kami sudah lakukan semua, klarifikasi sudah, diberhentikan pelakunya sudah, sudah klarifikasi ke orang tuanya (korban) sudah, dan anaknya sudah. Pelaku
diberhentikan kemarin (30/06/2022) langsung. Ketika kami mengetahui permasalahannya itu langsung kami berhentikan," tuturnya.

Tanggapan Polisi

Pihak Kepolisian dari Polres Magelang Kota buka suara terkait kasus dugaan chat mesum yang dilakukan seorang oknum guru di sebuah Madrasah Aliyah (MA) pada seorang siswi di Magelang.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Evalyn Sebayang, mengatakan pihaknya sangat mendorong agar korban dugaan pelecehan seksual melaporkan kejadian tersebut.

Kapolres Kota Magelang, AKBP Yolanda Evalyn
Kapolres Kota Magelang, AKBP Yolanda Evalyn (TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita)

Ia mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan atas kejadian dugaan pelecehan seksual tersebut.

"(Sampai saat ini), laporan tidak ada ke Polres, namun tadi kami sudah mengecek keberadaannya. Bahwa, kejadian ini kan pelecehannya itu ada di media sosial
dan secara fisik tidak terjadi tetapi melalui media sosial."

"Namun Polres bisa menindak ini, manakala ada pelaporan dari korban. Dan, setelah viral ini tidak menutup kemungkinan bahwa pernah ada korban-korban
sebelumnya," ujarnya saat ditemui di Gunung Tidar, Kota Magelang, Jumat (01/07/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved