Kontingen DIY Ditargetkan Bawa Pulang Lebih dari 2 Mendali Emas di Fornas VI Sumsel

Ajang yang digelar selama sepekan mulai tanggal 1-7 Juli 2022 itu diikuti 195 personel yang terdiri dari atlet, pelatih dan pendamping

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Kontingen DIY untuk Fornas VI berfoto bersama sebelum berangkat 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kontingen DIY untuk Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VI yang digelar Sumatera Selatan (Sumsel) ditargetkan meraih lebih dari dua mendali emas.

Ajang yang digelar selama sepekan mulai tanggal 1-7 Juli 2022 itu diikuti 195 personel yang terdiri dari atlet, pelatih dan pendamping 

Ketua Kontingen Fornas DIY, Nolik Maryono mengatakan untuk Fornas kali ini kontingen DIY diharapkan bisa meraih hasil lebih baik dibanding pada Fornas V di Kalimantan Timur tahun 2019.

“Pada Fornas sebelumnya tahun 2019, KORMI DIY meraih 2 emas, 4 perak dan 3 perunggu, untuk tahun ini kami ingin lebih baik dari hasil tersebut,” kata Nolik, Jumat (1/7/2022). 

Selanjutnya, Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) DIY, Arif Nor Hartanto, menjelaskan dari total kontingen DIY tahun ini, 66 orang di antaranya dibiayai oleh APBD dan 129 personel lainnya berangkat secara mandiri.

“Karena 129 personel ini berangkat dengan biaya mandiri, pasti nanti saat bertanding atau berlomba di Fornas akan semakin bersemangat. Jadi, untuk yang 66 personel yang berangkat dengan APBD, ya jangan sampai kalah dengan yang biaya mandiri. Prestasinya harus lebih bagus karena hasil dari Fornas ini akan jadi patokan untuk gambaran Fornas VII di Bandung tahun 2023,” bebernya.

Adapun cabang olahraga yang diikuti kontingen DIY antara lain, senam, pernapasan, jantung, taichi, zumba, binaraga, skateboard, panjat tebing dan e-sport.

“Kami mohon doa restu, mohon seluruh masyarakat DIY agar nantinya bisa meraih hasil terbaik di Fornas mendatang,” tandasnya.
 
Sebelumnya, kontingen Fornas DIY telah resmi dilepas Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X pada Selasa (28/6/2022) kemarin di Gedhong Pracimosono, Kepatihan.

Dalam sambutannya, KGPAA Paku Alam X mengatakan keberhasilan pembinaan atlet olahraga dapat dipantau dari prestasi yang dicapai pada suatu kejuaraan. 

Menurutnya program latihan bukan satu-satunya indikator keberhasilan sebuah tim atau atlet untuk menorehkan prestasi dalam sebuah kejuaraan. 

Sedangkan ujung tombak pembinaan atlet bertumpu pada aktivitas pelatihan yang dijalankan, arahkan untuk meraih prestasi terbaik di ajang tersebut. 

“Jaga nama baik baik, jaga kesehatan, jaga kekompakan, maka saudara akan mempersembahkan yang ternbaik bagi DIY. Dan bahkan bisa menciptakan prestasi lebih baik dari tahun sebelumnya,” katanya.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved